LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) akan mengintensifkan pemantauan penjualan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak menjelang Ramadhan pada pertengahan Februari 2026.
Kegiatan Disketapang itu untuk memastikan pangan yang dijual layak konsumsi dan bebas cemaran zat berbahaya.
“Ya, pastinya pengawasan pangan dari sisi kelayakan akan terus kita intensifkan jelang Ramadhan,” kata Kepala Disketapang Lebak, Imam Rismahayadin. Kamis, 15 Januari 2026.
Kata dia, dalam pengawasan pangan nanti, tim pengawas keamanan dan mutu pangan juga akan mengambil sampel pangan segar, dan pangan olahan untuk diuji menggunakan rapid test pestisida, boraks, klorin, formalin, Rhodamin B, dan methanil yellow.
“Alhamdulillah, sejauh ini hasil pantuan dan eapid test kita belum menemukan adanya pangan yang dijual di pasar tercemar oleh bahan berbahaya seperti formalin, klorin, formalin, Rhodamin B, dan methanil yellow. Kita ingin pastikan bahwa prodak pangan memang layak dikonsumsi, apalagi di bulan Ramadhan,” katanya.
Menurutnya, beberapa jenis pangan segar menjadi pantauan tim pengawas keamanan dan mutu pangan, sepeti sayuran, buah- buahan, ikan, daging segar, dan lain lain.
“Tim terpadu mengambil beberapa sampel ikan untuk dites di tempat, yaitu dengan menggunakan metode rapid test atau metode uji cepat, agar dapat diketahui kadar kandungan bahan-bahan berbahaya seperti boraks ataupun formalin,” katanya.
Imam mengatakan, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan dengan melibatkan beberapa instansi terkait yang masuk dalam tim terpadu, di antaranya, Dinas Petanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Peternakan, serta Dinas Kesehatan.
Salah seorang pedagang di Pasar Rangkasbitung, Fitri, mengatakan bahwa para pedang tidak keberatan pemantuan yang dilakulan oleh Disketapang Lebak. Karena, ia mengaku selalu memastikan barang daganganya aman dari bahan berbahaya dan memperhatikan alat timbang agar tidak merugikan konsumen.
“Kami belum pernah mendengar adanya teman kami yang melakukan kecurangan, baik dari timbangan maupun yang lainnya,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











