SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan menyiapkan surat edaran bagi para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Serang khususnya di Anyar-Cinangka agar mereka tak menggetok harga pada saat momen libir idul fitri tiba.
Hal ini guna memastikan para wisatawan yang berkunjung ke Anyar-Cinangka dapat merasa aman dan nyaman.
Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata pada Disporapar Kabupaten Serang, Dito C Wirastyo, mengatakan salah satu poin yang dimunculkan dalam surat edaran ialah mweajibkan para perlaku isaha pariwisata mencantumkan harga pada barang yang dijual.
“Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pelaku usaha yang nakal dengan menggetok harga pada saat momen libur idul fitri,” katanya, Selasa 24 Februari 2026.
Nantinya, sebelum edaran disampaikan, pihaknya akan mengumpulkan para pelaku usaha pariwisata pada 10 hari sebelum libur Idul Fitri.
“Kita kumpulkan dulu supaya mereka mengetahui apa yang kami inginkan, memberikan edukasi dan sosialisasi untuk komitmen bersama. Sehingga, surat edaran bisa langsung disebarkan,” ujarnya.
Dito mengumgkapkan, rancangan untik aurat edaran telah disiapkan dan akan segera disampaikan le Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah untuk ditetapkan sehingga bisa ditaati olehpelaku usaha.
Adapun isi surat edarannya diantara menyiapkan label harga agar tidak ada getok harga, tarik masuk pantai, jasa tawaran seperti menawarkan gazebo dan sebagainya.
“Yang lebih penting jangan sampai getok harga, karena sangat merugikan wisatawan yang datang berimbas pada sepi kunjungan. Sehingga, harga makanan dan minuman dipajang depan kios, agar ketahuan harga makanan berapa dan lainnya,” tegasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberilan pembelalan terhadap para Balawista atau tenaga penyelamatan pantai, dan pengelola pantai harus menyediakannya supaya tidak ada kecelakaan pantai di Kabupaten Serang.
Selain itu diharuskan menyediakan pengeras suara dan papan informasi, supaya imbauan yang diberikan kepada wisatawan bisa dilakukan secara mobile.
“Kita ingin libur lebaran zero accident untuk laka laut makanya harus menyiapkan tenaga penyelamatan. Harus ada juga pengeras suara dan papan informasi, untuk wisatawan dapat himbauan kalau kondisi laut sedang buruk dan lainnya,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











