CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Yayasan Albaqo dan Ikatan Alumni Alkhairiyah Karang Tengah (IKAMAH) sukses menggelar Diklat Dakwah dan Taraweh Berkunjung (Tarjung) pada Ramadan tahun ini.
Mengakhiri rangkaian kegiatan Diklat Dakwah dan Taraweh Berkunjung (Tarjung), Albaqo-Ikamah melaksanakan Tarjung sekaligus Peringatan Nuzulul Quran di Mesjid Jami’ Al-Muttaqien, Link Kaligandu Bujang Boros, Kecamatan Purwakarta, Cilegon. Kegiatan ini mengangkat tema “Alquran Sebagai Landasan Membangun Kualitas Ummat di Cilegon”.
Dalam kegiatan ini, masyatakat Link Kaligandu Bujang Boros berduyun-duyun hadir dan menyimak dengan penuh hidmat penampilan dari para santri/siswa Al-Khairiyah Karangtengah dan para alumninya.
H. Halil selaku Ketua DKM Jami’ Al-Muttaqien menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kehadiran rombongan Al-Khairiyah Karangtengah. Apresiasi itu diberikan karena melihat para santri/siswa yang masih muda, yaitu peserta didik MTs dan MA mampu tampil dengan baik baik sebagai Master of Ceremony (MC), Qori maupun sebagai penceramah.
“Hal ini dapat menjadi contoh dan pembelajaran bagi para pelajar lainnya, khususnya yang ada di Link Kaligandu Bujang Boros,” tegas Halil.
Sementara Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khairiyah Karang Tengah, Ayatullah, S.Hum didampingi Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al-Khairiyah Karang Tengah, Rouf, S.Pd juga menyampaikan kebanggaan atas penampilan para peserta didiknya, serta dukungan dari IKAMAH, sehingga Diklat Dakwah dan Tarjung lebih meriah dan berwarna.
Dalam uraian ceramahnya, Ketua Yayasan Albaqo, KH. Muktillah menyampaikan tentang pentingnya menjadikan Alquran sebagai landasan dalam membangun kualitas Ummat di Cilegon, dengan menekankan bahwa Alquran tidak cukup dibaca namun harus dipahami dengan benar dan diamalkan.
“Dalam memahaminya, sangat diperlukan disiplin ilmu yang memadai, antara lain nahwu, shorof, dan balagoh, serta ilmu tafsir,” ujarnya.
Adapun Dr. Nurdin Sibaweh selaku Koordinator Presidium Ikamah menyampaikan bahwa Diklat Dakwah dan Tarjung ini merupakan pembelajaran yang efektif bagi para santri/siswa untuk bekal mereka dalam terjun ke masyarakat kelak.
Hal ini sekaligus sebagai penguatan bagi mereka untuk mendalami ilmu agama (liyatafaqqahu fiddin) dengan langsung terjun ditengah-tengah masyatakat. Dalam pandangan Nurdin, masyarakat yang hadir dalam kegiatan Tarjung, secara tidak langsung telah berkontribusi dalam proses pendidikan para santri/siswa Al-Khairiyah Karangtengah, dan ini merupakan bentuk integrasi yang positif dalam pendidikan.
Editor: Abdul Rozak











