KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perubahan pola makan dan aktivitas selama perayaan Idulfitri berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.
Kondisi ini umumnya terjadi setelah masyarakat mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, serta kurang menjaga pola istirahat selama momen Lebaran.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, drg. Sari Nur Arofah, mengingatkan bahwa kebiasaan makan berlebihan dan tidak seimbang dapat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.
“Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap sejumlah penyakit yang kerap muncul pasca Lebaran,” ujarnya, Senin, 23 Maret 2026.
Ia mengatakan, beberapa gangguan kesehatan yang umum terjadi di antaranya wasir, lonjakan gula darah, hingga peningkatan kadar kolesterol. Konsumsi makanan rendah serat seperti kue kering serta makanan bersantan dalam jumlah berlebih menjadi salah satu pemicunya.
Selain itu, asupan makanan dan minuman manis yang tinggi juga dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang,” jelasnya.
Tidak hanya itu, kelelahan akibat aktivitas selama Lebaran, seperti perjalanan mudik dan silaturahmi, juga dapat menurunkan imunitas tubuh. Hal ini membuat seseorang lebih mudah terserang flu atau infeksi ringan lainnya.
Untuk itu, masyarakat disarankan kembali menerapkan pola hidup sehat setelah Lebaran. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak asupan buah dan sayur, serta menjaga waktu istirahat menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi tubuh.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan seperti olahraga juga dianjurkan guna menjaga kebugaran dan membantu menstabilkan kondisi tubuh setelah masa libur panjang.
“Dengan menjaga keseimbangan antara pola makan, istirahat, dan aktivitas, risiko penyakit pasca Lebaran dapat diminimalkan sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga,” tutupnya.*
Editor : Krisna Widi Aria










