KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi lingkungan usai kebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.
Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah, mengatakan timnya langsung bergerak melakukan pengujian di sejumlah titik, meliputi air sungai, udara ambien, hingga tingkat kebauan di sekitar lokasi kejadian.
Pada sektor air, Sungai Jaletreng menjadi titik yang paling terdampak. Hasil uji awal menunjukkan perubahan signifikan, seperti meningkatnya kadar bahan pencemar dan kondisi air yang cenderung lebih asam.
Hal ini diduga akibat limpasan air saat proses pemadaman yang membawa sisa bahan kimia ke aliran sungai.
Meski demikian, Bani menegaskan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Dalam pemantauan lanjutan, kualitas air menunjukkan tren perbaikan seiring waktu dan aliran sungai yang terus bergerak.
“Dampaknya lebih bersifat sesaat. Setelah beberapa hari, parameter kualitas air mulai turun dan mendekati kondisi normal,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima, Senin, 23 Maret 2026.
Bani mengatakan, sebagai langkah percepatan pemulihan, DLH juga melakukan intervensi dengan menebar material seperti arang aktif dan ecoenzym ke aliran sungai.
“Upaya ini ditujukan untuk membantu mengikat dan mengurai zat kimia yang terbawa ke badan air,” jelas Bani.
Selain air, DLH turut memastikan kondisi udara di sekitar lokasi tetap aman. Pengujian yang dilakukan di beberapa titik tidak menemukan adanya peningkatan zat pencemar yang melampaui ambang batas.
Begitu juga dengan tingkat bau, yang dinilai masih dalam kategori normal dan tidak mengganggu aktivitas warga.
Dari hasil keseluruhan pemantauan, DLH menyimpulkan bahwa dampak paling terasa hanya terjadi pada air permukaan di fase awal kejadian.
Sementara itu, kondisi udara dan lingkungan sekitar secara umum masih terkendali.
Editor: Agus Priwandono












