SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai mematangkan strategi besar pengembangan kawasan Royal Taman Sari dan Pasar Lama sebagai pusat ekonomi baru yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan penataan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di jantung kota.
“Kita ingin Royal ini menjadi kawasan yang hidup, tertata, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu harus dikelola satu pintu agar terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Budi, Kamis 26 Maret 2026.
Menurutnya, pengembangan Royal Baroe akan diarahkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi perdagangan, wisata, dan ruang publik dalam satu ekosistem.

Konsep besar yang disiapkan mencakup pengembangan kawasan tematik seperti Chinatown, Old Town, hingga Eco Park yang akan terkoneksi langsung dengan Alun-Alun Kota Serang.
Dengan konsep tersebut, Royal yang selama ini dikenal sebagai sentra kuliner akan ditingkatkan perannya menjadi kawasan ekonomi baru sekaligus destinasi wisata unggulan.
Untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal, Pemkot Serang juga menyiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus yang akan mengelola kawasan tersebut secara terpadu.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan pembentukan UPTD merupakan arahan langsung dari Wali Kota Serang.
“Pak Wali memerintahkan kepada Pak Sekda dan kami para OPD untuk membahas lebih tajam lagi berkaitan dengan usulan pembentukan UPTD kawasan Royal Taman Sari dan Pasar Lama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini pembahasan pembentukan UPTD sudah hampir final dan tinggal menyisakan beberapa poin teknis.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini akan kita selesaikan secara menyeluruh, sehingga pengelolaan kawasan bisa berjalan maksimal,” katanya.
UPTD tersebut nantinya berada di bawah DinkopUKMPerindag Kota Serang dan dipimpin oleh pejabat eselon IV, dengan struktur awal terdiri dari kepala UPTD, kasubag, serta staf pendukung.

Untuk mendukung operasional, Pemkot juga membuka peluang penggunaan tenaga outsourcing, terutama pada sektor kebersihan dan keamanan kawasan.
Wahyu mengatakan, UPTD memiliki peran strategis dalam penataan kawasan perdagangan di Royal dan Pasar Lama, sekaligus mengoordinasikan seluruh aktivitas dan event yang digelar di kawasan tersebut.
“Termasuk para pelaku usaha di situ bisa dibantu oleh UPTD, baik dalam penataan, promosi maupun fasilitasi lainnya,” jelasnya.
Ia mengatakan, keberadaan UPTD menjadi kunci agar pengembangan kawasan besar yang meliputi Royal, Chinatown, Old Town, Taman Sari, Eco Park, hingga Alun-Alun dapat berjalan tanpa hambatan ego sektoral.
“Urgensinya supaya kawasan ini terjaga dan mampu menciptakan pola-pola ekonomi baru dalam satu kendali. Jadi jelas pertanggungjawabannya dan arah pengembangannya,” tegas Wahyu.
Pemkot Serang berharap, dengan pengelolaan terpadu melalui UPTD, kawasan Royal Baroe dan sekitarnya dapat berkembang menjadi ikon baru kota sekaligus pusat ekonomi yang berdampak langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat. (Adv)











