SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang mengalami penurunan kualitas di sejumlah titik.
Minimnya anggaran pemeliharaan selama bertahun-tahun disebut menjadi penyebab utama kerusakan yang kini mulai terlihat di berbagai fasilitas.
Sejumlah gedung utama, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung terpadu, hingga ruang rawat inap dilaporkan mengalami kerusakan fisik.
Permasalahan yang muncul pun bervariasi, seperti cat dinding mengelupas hingga plafon yang bocor.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kenyamanan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berobat ke RSUD Kota Serang.
Direktur RSUD Kota Serang, dr. Humaryadi, mengungkapkan keterbatasan anggaran maintenance selama ini berdampak besar terhadap kondisi bangunan rumah sakit.
Menurutnya, kebutuhan pemeliharaan gedung tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang tersedia setiap tahunnya, sehingga kerusakan terus terakumulasi.
“Di daerah gedung Terpadu, gedung IGD, sama gedung rawat inap yang empat lantai mengalami kerusakan. Gedung yang paling lama, itu yang dibangun tahun 2017, yaitu gedung rawat inap,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.
Ia menjelaskan, gedung rawat inap berkapasitas 100 tempat tidur menjadi bagian yang mengalami kerusakan paling parah dan membutuhkan penanganan segera.
Selain itu, terdapat area di lantai tiga rumah sakit yang hingga kini belum dimanfaatkan sejak awal pembangunan.
Padahal, area tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi fasilitas layanan kesehatan tambahan yang lebih representatif.
Rencananya, ruang kosong tersebut akan difungsikan sebagai ruang operasi modern guna meningkatkan kualitas layanan medis di RSUD Kota Serang.
Pengembangan tersebut diproyeksikan membutuhkan anggaran besar yang akan diusulkan melalui APBD Murni tahun 2027.
Ia juga mengapresiasi langkah Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang telah dua kali turun langsung meninjau kondisi rumah sakit.
Menurutnya, perhatian dari pemerintah daerah menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan infrastruktur RSUD.
Editor: Bayu Mulyana

