CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki usia ke-23, PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri terus memperkuat perannya di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mengusung tema empowering community, BPRS Cilegon Mandiri berkomitmen menjadi solusi pembiayaan bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang masih bergantung pada praktik rentenir.
Direktur Utama BPRS Cilegon Mandiri, Muhammad Yoka Desthuraka, menyampaikan bahwa momentum milad ke-23 menjadi ajang refleksi sekaligus percepatan kinerja agar kehadiran BPRS semakin dirasakan masyarakat.
“Di usia ke-23 ini, kami ingin lebih bermanfaat. Fokus kami adalah pemberdayaan masyarakat, terutama di Kota Cilegon,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan visi perusahaan serta dukungan Pemerintah Kota Cilegon agar BPRS lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat lokal.
Saat ini, dukungan terhadap BPRS juga mulai meluas, melibatkan unsur RT/RW, linmas, hingga kader masyarakat yang terhubung dengan layanan BPRS.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah keterlibatan dalam program beasiswa Pemkot Cilegon. BPRS dipercaya sebagai penyalur dana sekaligus mendukung sistem seleksi yang kini menyasar siswa berprestasi sejak jenjang SMA.
“Program ini sangat baik karena menjaring sejak dini. Banyak anak cerdas yang terkendala biaya, dan di sinilah peran kami hadir,” jelasnya.
Selain itu, BPRS juga mulai memperluas jejaring dengan kalangan industri. Melalui forum HRD perusahaan se-Cilegon, BPRS membuka peluang kerja sama dalam pengelolaan dana, pembiayaan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Namun demikian, Yoka mengakui masih ada tantangan besar, yakni rendahnya tingkat pengenalan BPRS di masyarakat meskipun telah berdiri lebih dari dua dekade.
“Kami jujur, selama ini belum terlalu dikenal luas, padahal sudah 23 tahun. Ini yang sedang kami kejar,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, BPRS kini mengedepankan pendekatan berbasis komunitas. Peran RT dan RW diperkuat sebagai ujung tombak sosialisasi sekaligus penghubung dengan masyarakat, termasuk dalam menjangkau pelaku UMKM di pasar tradisional.
Menurutnya, sektor pasar masih menjadi tantangan tersendiri karena dominasi praktik rentenir yang cukup kuat. Oleh karena itu, BPRS hadir menawarkan alternatif pembiayaan yang lebih sehat dan sesuai prinsip syariah.
“Pasar masih didominasi rentenir. Ini tantangan besar bagi kami. BPRS harus hadir sebagai solusi pembiayaan yang lebih sehat dan sesuai prinsip syariah,” tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, BPRS Cilegon Mandiri optimistis dapat memperluas jangkauan layanan serta memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan syariah yang berpihak pada masyarakat kecil.
“Harapan kami, BPRS bisa lebih dikenal, lebih dipercaya, dan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda

