PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Desa wisata Bukit Sinyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, mencatat tren peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak akhir 2023 hingga 2026, jumlah pengunjung telah menembus lebih dari 30 ribu orang.
Pengelola Wisata Bukit Sinyonya, Asep Adam, mengatakan peningkatan tersebut tidak hanya didominasi wisatawan lokal, tetapi juga mulai menarik minat wisatawan mancanegara.
“Sejak akhir 2023 sampai sekarang, jumlah kunjungan wisatawan kurang lebih sudah mencapai 30 ribu orang. Bahkan, wisatawan dari luar negeri juga sudah mulai banyak berkunjung,” kata Asep Adam, Minggu 12 April 2026.
Ia mengungkapkan, pada 30 April mendatang Bukit Sinyonya dijadwalkan menerima kunjungan wisatawan dari tiga negara, yakni India, Kazakhstan, dan Cambodia. Setelah itu, wisatawan dari Eropa juga disebut akan menyusul.
Menurutnya, Bukit Sinyonya mengusung konsep wisata edukasi dengan sasaran utama pelajar. Sejumlah paket kegiatan ditawarkan, mulai dari edukasi anyaman pandan, membatik, menanam padi, hingga pengolahan kopi.
Selain itu, tersedia pula kegiatan budidaya ikan, wisata ngagogo atau menangkap ikan, hingga fasilitas bumi perkemahan dan camping ground. Untuk instansi dan komunitas, pengelola juga menyediakan fasilitas meeting outdoor serta tracking sepeda.
“Yang paling diminati biasanya paket one day trip, seperti edukasi anyaman pandan, batik, pengolahan kopi, traditional game, dan fun game. Itu banyak diminati sekolah-sekolah, khususnya dari Provinsi Banten,” ujarnya.
Dari sisi harga, paket wisata dibanderol mulai Rp35 ribu hingga Rp55 ribu per orang per kegiatan. Sementara untuk paket menginap, tersedia camping ground dengan tarif Rp350 ribu per tenda berkapasitas 3-4 orang, termasuk matras dan sarapan.
Pengunjung juga dapat memilih fasilitas guesthouse berkapasitas 5-6 orang dengan harga Rp750 ribu per malam, sudah termasuk tiket masuk dan sarapan. Fasilitas pendukung seperti aula serbaguna, musala, toilet, hingga area kuliner juga telah tersedia.
Untuk menambah daya tarik, pengelola turut menghadirkan kafe kekinian bernama Kafe Puhu. Meski demikian, Asep mengakui masih banyak masyarakat lokal yang belum mengetahui keberadaan destinasi tersebut. Hal itu menjadi evaluasi bagi pengelola untuk meningkatkan promosi ke depan.
“Kami mengajak khususnya anak-anak sekolah di Banten, tidak perlu jauh-jauh study tour ke luar daerah seperti Yogyakarta. Di Pandeglang sudah ada wisata edukasi yang lengkap,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











