LEBAK RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyebut warga Baduy adalah contoh nyata dalam konsisten menjaga alam. Ia juga menyebut warga Baduy juga konsisten menjaga ketahanan pangan.
Hasbi menyampaikan hal itu saat ribuan masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar melaksanakan ritual Seba Baduy di Pendopo Pemkab Lebak, Jumat, 24 April 2026 malam. Sebanyak 1.552 warga Desa Kenekes, Kecamatan Laeuwidamar, Kabupaten Lebak mengikuti ritual Seba Baduy.
Kegiatan itu berlangsung khidmat ini dan menjadi rangkaian kegiatan puncak Seba Baduy 2026. Perwakilan warga adat Baduy bertemu dengan pemerintah untuk menyerahkan hasil bumi kepada Bapa Gede, Bupati Lebak.
Hasbi pun berterimakasih atas kedatangan warga adat Baduy. Ia menegaskan, keberadaan masyarakat Baduy adalah kebanggaan yang tidak dimiliki daerah lain. “Kami pemerintah daerah berterimakasih kepada masyarakat Baduy yang selama ini terus menjaga tradisi leluhur sehingga alam tetap terjaga,” kata Hasbi.
Hasbi mengatakan Seba mengandung makna mendalam dalam mempererat tali silaturahmi antara pemerintah (Bapak Gede) dengan masyarakatnya. Untuk itu, Hasbi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil pelajaran berharga dari pola hidup warga Baduy. Terutama dalam hal ketahanan pangan dan konsistensi pelestarian lingkungan.
“Di tengah modernisasi, masyarakat Baduy mampu menjaga keseimbangan ekosistem dengan sangat baik. Kita harus banyak belajar dari warga Baduy, khususnya dalam pelestarian alam. Untuk itu, kita harus mempertahankan kebudayaan yang kita miliki,” kata mantan Anggota DPR RI ini.
Bupati juga menyampaikan komitmennya dalam membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat. Salah satunya melakukan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang aktifitas masyarakat.
“Kami berharap ritual Seba Baduy tahun ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata. Tapi juga memperkuat sinergi antara nilai-nilai adat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Editor : Rostinah











