KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, resmi meluncurkan platform digital Tangsel One di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangerang Selatan, Kamis 30 April 2026, pukul 10.00 WIB.
Peluncuran ini menjadi tonggak baru transformasi layanan publik di Kota Tangerang Selatan, dengan menghadirkan sistem berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terintegrasi dalam satu akses.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Diskominfo Kota Tangsel, Tubagus (TB) Asep Nurdin menjelaskan bahwa Tangsel One hadir sebagai solusi atas kompleksitas layanan digital yang selama ini tersebar di berbagai kanal.
Berdasarkan data Diskominfo, terdapat sekitar 444 domain layanan milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang dinilai menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan publik.
“Bayangkan jika warga harus mengingat ratusan domain, lengkap dengan user dan password. Ini tentu tidak efektif. Karena itu, kami hadirkan satu akses tunggal melalui Tangsel One,” ujar Asep.
Menurut Asep, Tangsel One mengusung konsep single domain dan integrasi layanan dalam satu platform. Masyarakat nantinya cukup menggunakan aplikasi WhatsApp untuk mengakses berbagai layanan publik tanpa perlu mengunduh banyak aplikasi atau membuka banyak situs.
Melalui fitur asisten cerdas bernama “Helita”, warga dapat berinteraksi langsung untuk mengurus berbagai kebutuhan, mulai dari perizinan hingga informasi layanan. Bahkan, dokumen seperti KTP dan akta dapat dikirim melalui WhatsApp dan akan tersimpan secara otomatis dalam sistem.
“Warga cukup chatt. Semua layanan bisa diakses. Tidak perlu lagi input manual yang rumit,” jelasnya.
Asep menegaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk ditakuti, melainkan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tangsel One menjadi bentuk adaptasi pemerintah terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Artificial Intelligence bukan musuh, tapi alat untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Tangsel One merupakan kelanjutan dari berbagai inovasi digital yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari digitalisasi perizinan hingga konsep single domain.
Menjawab kekhawatiran terkait keamanan data pribadi, Asep memastikan bahwa sistem Tangsel One telah dilengkapi dengan teknologi enkripsi dan tengah dalam proses pengujian keamanan.
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendeteksi potensi kerentanan sistem serta mencegah ancaman siber seperti peretasan dan penyusupan konten ilegal.
“Perlindungan data pribadi menjadi prioritas kami. Sistem ini terus kami uji agar aman digunakan masyarakat,” tegas Asep.
Peluncuran Tangsel One juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan pusat sebagai bagian dari reformasi birokrasi berbasis digital. Platform ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di Provinsi Banten.
Selain itu, pemerintah tetap mengedepankan konsep omni channel, yakni pelayanan digital yang tetap diimbangi dengan pelayanan langsung untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang belum sepenuhnya terakses teknologi.
Dengan peluncuran ini, kata Asep, Pemkot Tangsel optimistis dapat menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.
“Ini bukan sekadar wacana. Tangsel One sudah berjalan dan digunakan masyarakat. Ke depan akan terus kami kembangkan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana








