LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 106 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lebak tercatat berangkat bekerja ke luar negeri sepanjang Januari hingga Mei 2026. Para PMI tersebut tersebar di 13 negara dengan tujuan utama di kawasan Timur Tengah.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, Rully Chaeruliyanto, mengatakan Arab Saudi masih menjadi negara favorit bagi PMI asal Lebak untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
“Sepanjang Januari–Mei 2026, jumlah Pekerja Migran asal Lebak mencapai 106 orang yang tersebar di 13 negara,” kata Rully, Senin 22 Juni 2026.
Ia menyebutkan, dari total tersebut sebanyak 60 orang berangkat ke Arab Saudi, sementara 9 orang ke Malaysia. Selain itu, sejumlah PMI lainnya juga bekerja di negara-negara Eropa seperti Turki, Slovakia, hingga Jerman.
Menurut Rully, para pekerja migran asal Lebak bekerja di berbagai sektor, baik formal maupun nonformal. Di antaranya sebagai perawat lansia, tenaga kesehatan, pengemudi, pekerja salon, aksesoris kendaraan, penjaga toko, hingga pekerja pabrik dan perbengkelan.
“Arab Saudi masih menjadi pilihan utama pekerja migran,” ujarnya.
Disnaker Lebak terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjadi PMI secara legal atau prosedural, guna menghindari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kekerasan, maupun eksploitasi.
Rully menegaskan, sebelum keberangkatan, calon pekerja migran juga diberikan edukasi mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai PMI.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk melindungi hak-hak pekerja migran apabila terjadi permasalahan selama bekerja di luar negeri, termasuk kasus keterlambatan gaji atau tindakan kekerasan.
“Pemerintah daerah akan memperjuangkan dan melindungi hak mereka jika ada permasalahan selama bekerja,” katanya.
Editor: Mastur Huda











