CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengurus PPPK Pusat Indonesia Tahun 2026 di Bandung, Forum Komunikasi Guru PPPK Kota Cilegon mengaku kecewa atas minimnya dukungan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cilegon.
Kekecewaan tersebut muncul setelah upaya komunikasi yang dilakukan forum menjelang keberangkatan dinilai belum mendapatkan respons yang diharapkan.
Ketua Forum Komunikasi Guru PPPK Kota Cilegon, Rouf, mengatakan pihaknya tetap menghormati PGRI sebagai organisasi profesi guru yang selama ini menaungi para pendidik.
Namun, untuk agenda Rakornas PPPK tahun ini, forum memilih memperjuangkan aspirasi guru PPPK secara langsung melalui jalur organisasi mereka.
“Kami menghormati PGRI sebagai organisasi profesi senior. Namun untuk urusan Rakornas Bandung 2026, kami terpaksa memilih jalan yang berbeda. Kebutuhan perjuangan guru PPPK saat ini membutuhkan kecepatan, ketegasan, dan fokus yang lebih spesifik,” ujar Rouf.
Ia menjelaskan, sebelum keberangkatan ke Bandung, pihaknya telah mencoba menjalin komunikasi dengan PGRI Kota Cilegon untuk meminta dukungan terhadap agenda Rakornas. Namun, menurutnya, respons yang diharapkan belum diperoleh secara optimal.
Rouf menegaskan, Rakornas Pengurus PPPK Pusat Indonesia merupakan momentum penting bagi perjuangan guru PPPK di seluruh Indonesia. Sejumlah isu strategis akan dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kepastian jenjang karier, kesejahteraan, perlindungan profesi, hingga kejelasan status kepegawaian.
Karena itu, Forum Komunikasi Guru PPPK Kota Cilegon tetap memutuskan berangkat ke Bandung untuk menyampaikan langsung aspirasi guru PPPK daerah kepada pengurus pusat.
“Fokus kami adalah memperjuangkan hak-hak guru PPPK. Kami ingin memastikan suara guru PPPK Cilegon benar-benar tersampaikan dalam forum nasional,” katanya.
Rouf juga menegaskan bahwa perbedaan sikap menjelang Rakornas tidak berarti memutus hubungan dengan PGRI Kota Cilegon.
Forum Komunikasi Guru PPPK Kota Cilegon dijadwalkan berangkat ke Bandung pada Selasa, 30 Juni 2026, untuk mengikuti Rakornas PPPK Pusat Indonesia Tahun 2026.
Mereka berharap forum nasional tersebut dapat menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian dan peningkatan kesejahteraan bagi guru PPPK di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Cilegon.
Editor: Mastur Huda











