SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan melalui sektor peternakan. Program tersebut dijalankan dengan menggandeng industri perunggasan agar keluarga kurang mampu memiliki usaha yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat mengunjungi PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Feedmill Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Andra, pendekatan pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada penciptaan pelaku usaha baru, bukan hanya mengandalkan bantuan sosial.
“Kami ingin masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, memiliki jiwa entrepreneur. Harapannya mereka tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi mampu memperoleh penghasilan melalui usaha peternakan,” katanya.
Andra menjelaskan, Banten memiliki potensi besar karena didukung ekosistem industri perunggasan yang lengkap. Sedikitnya terdapat 14 pabrik pakan ternak yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok nasional.
Selain itu, tersedia industri pembibitan ayam, pabrik pakan, tenaga ahli, hingga jaringan pemasaran yang menjadi modal kuat bagi masyarakat untuk memulai usaha peternakan.
“Harusnya warga Banten tidak boleh gagal beternak. Semua fasilitas pendukungnya ada di sini. Tinggal bagaimana kita membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Pemprov Banten juga tengah menyiapkan program pendampingan berupa bantuan bibit ayam (day-old chick/DOC), pakan, pelatihan usaha, hingga akses pemasaran agar usaha peternakan masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Andra, kolaborasi pemerintah dan industri diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.*
Editor : Krisna Widi Aria











