RADARBANTEN.CO.ID – Nama Hanna Aulia Zein Adzmika mulai mencuri perhatian dalam dinamika politik di Banten. Perempuan kelahiran 2003 itu diusulkan oleh 28 Pengurus Anak Cabang (PAC) sebagai Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lebak mendampingi Asep Nuh.
Lulusan BINUS University tersebut hadir membawa semangat baru di tubuh PPP. Di usianya yang masih muda, Hanna ingin membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi pemilih saat pesta demokrasi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai penggerak perubahan di dalam partai politik.
Menurut Hanna, pola pendekatan partai terhadap anak muda harus berubah mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai kegiatan politik tidak lagi cukup dilakukan melalui forum-forum formal, tetapi perlu dikemas menjadi aktivitas yang dekat dengan keseharian Generasi Z sehingga lebih menarik untuk diikuti.
Karena itu, Hanna mulai menggagas berbagai kegiatan kreatif sebagai pintu masuk mengenalkan politik kepada kalangan muda. Salah satu konsep yang disiapkan adalah menggelar aktivitas olahraga seperti lari bersama saat Car Free Day yang dipadukan dengan ruang diskusi santai mengenai isu-isu kepemudaan dan kebangsaan.
“Kami ingin membuat kegiatan yang memang disukai anak muda. Mereka datang bukan karena merasa dipaksa, tetapi karena nyaman berkumpul, berbagi ide, dan belajar bersama. Dari situ kami berharap tumbuh kesadaran politik yang positif,” ujar Hanna kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 1 Juli 2026.
Selain aktif di dunia politik, Hanna juga dikenal sebagai pelaku usaha kreatif. Ia merupakan pendiri usaha photobooth PICAHOLIC yang menjadi wadah baginya mengembangkan kreativitas sekaligus memahami karakter generasi muda.
Pengalaman sebagai entrepreneur dinilai menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, Hanna juga merupakan Direktur PT. Murtila Promosindo.
Hanna mengakui masih banyak anak muda yang memandang partai politik secara skeptis. Namun, ia optimistis persepsi tersebut dapat diubah apabila partai mampu membuka ruang partisipasi yang nyata.
“Bahwa saat adalah kesempatan baginya sebagai kader muda untuk berkembang, serta menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menilai keberadaan kader muda di PPP Lebak menjadi bukti bahwa regenerasi politik sedang berjalan. Menurutnya, perpaduan pengalaman kader senior dengan energi dan kreativitas generasi muda akan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan politik, termasuk menyongsong Pemilu 2029.
Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024 menunjukkan bahwa pemilih muda, termasuk Generasi Z dan milenial, mendominasi komposisi daftar pemilih nasional.
Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi Hanna untuk mendorong PPP lebih dekat dengan anak muda melalui pendekatan yang kreatif, inklusif, dan sesuai perkembangan zaman agar partai semakin relevan di mata generasi penerus.
Editor Daru











