• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Sekam

Atraksi yang Bernama Prestasi

Mashudi by Mashudi
Kamis, 2 Juli 2026 07:32
in Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Saya kembali mendapat undangan meng­hadiri upacara Hari Bhayangkara di Polda Banten. Hampir setiap tahun saya hadir. Karena itu, saya cukup hafal bagaimana suasananya.

Biasanya ada banyak atraksi. Parade kendaraan dinas. Peragaan peralatan dan persenjataan. Kadang ada aksi polisi wanita dengan motor besar. Ada juga pertunjukan yang mengundang tepuk tangan para tamu.

RelatedPosts

Kalau Kurang, Tambah

Kalau Kurang, Tambah

Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ongkos Menunggu Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 07:38
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29

Tahun ini berbeda. Lapangan terasa lebih sederhana. Tidak ada parade ken­daraan. Tidak ada unjuk kekuatan per­alat­an. Tidak ada atraksi motor. Tidak ada tari-tarian. Yang terlihat hanya kendaraan taktis dari masing-masing satuan. Hanya ada polisi cilik dan personel Satbrimob yang menam­pilkan kemampuan mereka. Upacara berjalan sebagaimana mestinya. Khid­mat. Lalu ditutup dengan defile pasukan.

Satu hal lagi yang berbeda. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki tidak berdiri di podium sebagai inspektur upacara. Posisinya digantikan Wakapolda Brigjen Pol Hendra Wirawan.

Saya tidak bertanya ke mana beliau. Sebab pagi sebelum ke Polda, saya sudah membaca di Radar Banten. Polda Banten memperoleh Nugraha Sakanti, peng­hargaan tertinggi dari Presiden untuk satuan kepolisian yang dinilai memiliki dedikasi, prestasi luar biasa, dan jasa besar dalam pelaksanaan tugas.

Ternyata dugaan saya benar. Ketika kami mengikuti upacara di Mapolda di Serang, Kapolda berada di Cikeas meng­hadiri peringatan Hari Bhayangkara bersama Presiden untuk menerima penghargaan itu.

Yang tidak ada di lapangan bukan sedang meninggalkan barisan. Ia justru sedang mewakili barisan itu di tempat yang lebih tinggi.

ATRAKSI: Aksi Polisi Cilik pada perayaan HUT Bhayangkara di Mapolda Banten. (dok sekam)

Saat itulah saya merasa kesederhanaan upacara di Polda Banten seperti mene­mukan penjelasannya sendiri.

Tidak ada parade kendaraan. Tidak ada unjuk kekuatan. Tidak ada atraksi yang memancing decak kagum. Tetapi ada satu atraksi yang tidak berlangsung di lapangan upacara. Namanya prestasi.

Saya membaca berbagai capaian Polda Banten di Radar Banten. Ada penegakan hukum. Ada pengungkapan perkara. Ada pula program ketahanan pangan dan upaya membantu mengurangi pengangguran.

Dua program terakhir itu menarik bagi saya. Sebab selama ini orang lebih sering memahami tugas polisi sebatas menjaga keamanan, menegakkan hukum, mengatur lalu lintas, atau hadir ke­tika terjadi gangguan kamtibmas.

Tetapi di Banten, ada ikhtiar lain. Polisi mencoba masuk ke ruang hidup masyarakat yang lebih luas. Tidak ber­henti pada tugas formal. Tidak hanya datang ketika ada persoalan hukum. Ada usaha untuk ikut menyentuh urusan yang lebih dekat dengan kehidupan warga.

Penghargaan itu memang diterima Kapolda. Tetapi saya yakin, tidak ada penghargaan sebesar itu yang lahir dari kerja satu orang.

Di belakangnya ada banyak sekali anggota. Ada Bhabinkamtibmas yang setiap hari keluar masuk kampung. Ada anggota lalu lintas yang berdiri di tengah panas dan hujan. Ada penyidik yang menyelesaikan perkara sampai larut, bahkan kadang tidak pulang bebe­rapa hari. Ada anggota Sabhara dan Brimob yang selalu siap digerakkan kapan saja. Ada petugas pelayanan yang harus tetap sabar, bahkan ketika menghadapi masyarakat yang datang dengan wajah tegang dan hati penuh persoalan.

Nama mereka mungkin tidak pernah disebut. Wajah mereka mungkin tidak pernah masuk foto utama. Tetapi tanpa mereka, tidak akan ada penghargaan yang bisa dibawa pulang.

Saya juga percaya, organisasi sebesar Polda tidak mungkin mencapai titik itu tanpa komando yang jelas.

Se­ora­ng Kapolda tentu tidak mungkin ber­ada di setiap polsek. Tidak mungkin ikut dalam setiap patroli. Tidak mungkin hadir dalam setiap pelayanan. Tetapi arah seorang pemimpin bisa terbaca dari cara organisasinya bergerak.

Pres­tasi sebesar ini selalu punya dua wajah. Wajah seorang pemimpin yang memberi arah, dan wajah ribuan anggota yang menjalankan arah itu.

Karena itu, Nugraha Sakanti ini tentu menjadi kehormatan bagi Kapolda Banten Irjen Pol Hengky. Namanya ikut terangkat. Dan itu wajar. Seorang pemimpin patut mendapat apresiasi ketika mampu membawa institusinya sampai pada capaian tertinggi.

Tetapi yang membuat penghargaan ini terasa lebih indah, nama itu tidak terangkat sendirian. Ia terangkat bersama nama seluruh jajaran Polda Banten. Bersama Wakapolda. Bersama para pejabat utama. Bersama para kapolres. Ber­sama anggota di polsek-polsek. Ber­­sama mereka yang bekerja di jalan, di ruang pelayanan, di lapangan, di pos penjagaan, dan di banyak tempat yang tidak selalu terlihat.

Saya membayangkan, bagi anggota Polda Banten, kabar ini pasti mem­ba­hagiakan. Mereka mungkin tidak ikut ke Cikeas. Mereka mungkin tetap berdiri di lapangan upacara di Banten. Mereka mungkin hanya mengikuti berita dari layar ponsel.

Saya membayangkan, di beberapa sudut kantor polisi, ada anggota yang tersenyum kecil ketika membaca berita itu. Mungkin tidak bersorak. Tetapi cukup merasa bahwa lelah mereka tidak sia-sia.

Ada bagian dari kerja mereka di sana. Ada bagian dari lelah mereka di sana. Ada bagian dari pengabdian mereka di sana.

Dan bagi seorang Kapolda, tidak ada ke­bahagiaan yang lebih besar daripada melihat pasukan yang di­pimpinnya dihargai negara. Bukan hanya dirinya yang disebut. Bukan hanya pangkatnya yang dilihat. Tetapi sel­uruh kerja or­ganisasi yang ia pimpin dinilai berhasil.

Itu kebanggaan seorang komandan.

Upacara Hari Bhayangkara di Banten memang tidak meriah. Tidak banyak pertunjukan. Tidak banyak tepuk tangan untuk atraksi. Tetapi hari itu, Polda Banten sedang menunjukkan sesuatu yang lebih penting.

Bahwa kemeriahan bisa dibuat dalam sehari. Tetapi prestasi harus dibangun lama. Atraksi bisa dilatih beberapa pekan. Tetapi kepercayaan negara harus dijaga bertahun-tahun.

Maka, jika ada yang bertanya apa yang paling menarik dari Hari Bha­yangkara di Banten tahun ini, jawaban saya sederhana. Bukan yang tampak di lapangan. Melainkan yang sedang di­bawa Kapolda dari Cikeas. Sebuah penghargaan. Sebuah pengakuan.

Sebuah bukti bahwa kepemimpinan yang jelas, kerja bersama yang kuat, dan pengabdian yang melebihi batas tugas dapat membawa institusi sampai pada prestasi tertinggi.

Selamat untuk Kapolda Banten Irjen Pol Hengky. Selamat untuk Wakapolda, para pejabat utama, para kapolres, dan seluruh anggota Polda Banten.

Se­lamat untuk mereka yang namanya tidak disebut, tetapi kerjanya ikut mengangkat nama institusi.

Hari Bhayangkara tahun ini mungkin se­derhana di lapangan. Tetapi bagi Polda Banten, ia akan dikenang sebagai hari ketika prestasi berdiri lebih tinggi dari­pada atraksi. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Warga Perumahan BCA Cilegon Keluhkan Serbuan Lalat dan Bau Diduga Berasal dari Kandang Ayam

Next Post

Tohir Resmi Terima SK DPC PPP Cilegon, Target Tambah Kursi Pilkada Mendatang

Next Post
Tohir Resmi Terima SK DPC PPP Cilegon, Target Tambah Kursi Pilkada Mendatang

Tohir Resmi Terima SK DPC PPP Cilegon, Target Tambah Kursi Pilkada Mendatang

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:52
Legalitas panitia Muprov Kadin Banten

Bacalon Ketua Kadin Banten Pertanyakan Legalitas Panitia Muprov

Jumat, 16 Oktober 2026 14:39
opwn bidding 12 jabatan eselin II

Pemkab Lebak Siapkan Open Bidding untuk 12 Jabatan Eselon II

Jumat, 16 Oktober 2026 14:10
Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 17 Oktober 2026, Lebak Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 17 Oktober 2026, Lebak Berpotensi Hujan Ringan

Sabtu, 17 Oktober 2026 07:55
Tangsel Otozone 2026 Hadirkan Layanan Pajak Daerah hingga Samsat di Bintaro Xchange Mall 2

Tangsel Otozone 2026 Hadirkan Layanan Pajak Daerah hingga Samsat di Bintaro Xchange Mall 2

Jumat, 16 Oktober 2026 16:07
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kang Nong Kabupaten Serang 2026.

Pemkab Serang Perluas Peran Kang Nong 2026, Tak Hanya Duta Pariwisata

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 17 Oktober 2026 19:43
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meminta Kang Nong Kabupaten Serang 2026 yang terpilih nantinya memperkuat wawasan kedaerahan dan...

Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah Pandeglang

Kemenag Pandeglang Dorong Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Pendidikan Karakter Madrasah

by Purnama Irawan
Sabtu, 17 Oktober 2026 19:39
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang mendorong penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah. Program...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.