SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan bantuan sebesar Rp3 miliar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Banten terhadap warga NTT yang tengah menghadapi bencana.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh masyarakat Banten turut berduka sedalam-dalamnya atas bencana yang menimpa masyarakat NTT,” ujar Andra, Rabu, 19 Agustus 2026.
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB.
Hingga 19 Agustus 2026, aktivitas gempa susulan masih terjadi. BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2.
Menurut Andra, bantuan dari Pemprov Banten menjadi bagian dari semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama anak bangsa, khususnya terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di NTT.
“Semoga para korban dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran serta mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” katanya.
Andra menjelaskan, anggaran bantuan tersebut bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026. Penggunaannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain bantuan materi, Andra juga mengajak masyarakat Banten untuk bersama-sama mendoakan keselamatan warga yang terdampak gempa serta kelancaran proses evakuasi dan penanganan bencana.
“Mari kita doakan agar dalam proses evakuasi berjalan lancar,” imbuhnya.
Andra juga berharap bencana alam serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, upaya mengurangi risiko bencana harus dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan serta menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan.
“Meski demikian, kita juga harus tetap melakukan kesiapsiagaan diri yang matang sebagai bentuk ikhtiar,” jelasnya.
Pemprov Banten memastikan bantuan tersebut akan segera disalurkan setelah seluruh mekanisme administrasi dan ketentuan penyalurannya terpenuhi.
Editor: Mastur Huda












