CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Padamnya sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kembali menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua pengendara sepeda motor.
Banyak warga menuding minimnya penerangan jalan menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko kecelakaan di ruas tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Heri Suheri, mengungkapkan sejumlah kendala yang menyebabkan pelayanan PJU belum optimal.
Persoalan tersebut, kata Heri, juga telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Cilegon.
Selain membahas realisasi pendapatan dan belanja Semester I, Dishub turut memaparkan hambatan dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait pemeliharaan PJU.
“Belum optimalnya pelayanan penerangan lampu PJU. Armada atau mobil crane untuk perawatan dan pemeliharaan PJU saat ini hanya ada satu unit,” kata Heri Kamis 9 Juli 2026.
Ia berharap pada tahun anggaran mendatang Dishub dapat menambah armada mobil crane agar penanganan kerusakan PJU dapat dilakukan lebih cepat ketika menerima laporan dari masyarakat.
“Mudah-mudahan di tahun depan bisa ditambah lagi unit mobil crane agar dapat quick response manakala ada keluhan atau pengaduan dari masyarakat,” ujarnya.
Selain keterbatasan armada, Heri mengungkapkan maraknya pencurian fasilitas keselamatan jalan juga menjadi persoalan serius.
Menurutnya, bukan hanya kabel dan lampu PJU yang menjadi sasaran, tetapi juga rambu-rambu lalu lintas.
“Hal lain yang menjadi gangguan adalah masih maraknya pencurian fasilitas keselamatan berupa rambu lalu lintas dan lampu PJU, baik di ruas Jalan Lingkar Selatan maupun di jalan protokol, oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Karena itu, dalam RDP tersebut Komisi III DPRD Kota Cilegon menyarankan Dishub memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), pemerintah kecamatan, hingga kelurahan.
Editor: Abdul Rozak











