SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Status siaga Gunung Anak Krakatau (GAK) belum memengaruhi kunjungan wisatawan ke kawasan pantai di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, dan Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Sejumlah destinasi wisata di pesisir Kabupaten Serang dan Pandeglang itu masih dipadati pengunjung, termasuk rombongan wisatawan dari berbagai daerah, beberapa hari terakhir ini.
Pengamat Gunung Api PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Anggi Nuryo Saputro menjelaskan, kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan saat menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018.
Berdasarkan hasil kajian, tinggi tubuh Gunung Anak Krakatau kini sekitar 158 meter di atas permukaan laut (mdpl), jauh lebih rendah dibandingkan sebelum longsor pada 2018 yang menyebabkan tsunami. Saat itu, ketinggian gunung itu mencapai 337 mdpl.
“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sedangkan sekarang 158 mdpl, sehingga kondisinya tidak sama. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.
Anggi juga menyampaikan bahwa sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah ditetapkan pada Status Level IV (Awas), termasuk saat longsoran tubuh gunung yang memicu tsunami Selat Sunda pada Desember 2018.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menafsirkan tingkat aktivitas gunung hanya berdasarkan pengalaman masa lalu, melainkan mengikuti rekomendasi resmi pemerintah.
Pantauan di Pantai Bandulu menunjukkan aktivitas wisata berjalan seperti biasa. Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama sekitar 30 orang dari Universitas Pancasila mengaku tetap melaksanakan perjalanan wisata yang telah direncanakan sejak sebulan sebelumnya.
“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” katanya.
Hal senada disampaikan Marlian (39), warga Tajur Halang, Parung, Bogor, yang datang bersama 28 anggota komunitas senam.
“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang kini menempuh pendidikan di Tangerang, juga memilih tetap berlibur bersama keluarganya.
“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.
Ramainya kunjungan wisatawan juga dirasakan pelaku usaha di Pantai Bandulu. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung, Maria Ulfah mengatakan, hingga siang hari sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata.
Pada akhir pekan, jumlah kunjungan bahkan dapat mencapai sekitar 30 hingga 50 bus rombongan disertai puluhan kendaraan pribadi.
“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











