SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaku teror yang mengancam membunuh ibu rumah tangga dan anaknya di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang belum berhasil ditangkap. Polisi saat ini masih mencari keberadaan pelaku.
“Belum (ditangkap-red), masih kami lakukan penyelidikan,” ujar Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, MInggu, 12 Juli 2026.
Kasus teror tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. Awalnya pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor dan menghampiri rumah Zaenal Muttaqin di Blok F Nomor 23 pada Rabu ,24 Juni 2026.
Pada saat itu, pelaku bertemu dengan istri Zaenal Muttaqin, Riska, dan anaknya yang masih balita.
Pertemuan tersebut membuat Riska panik. Sebab, orang asing tersebut berusaha masuk ke dalam rumah. Namun, Riska langsung sigap menghalaunya dengan menutup pintu rumah.
Keesokan harinya, pelaku tersebut kembali datang. Ia mengetuk pintu pada saat kondisi sekitar sedang sepi. Riska yang melihat pelaku seketika berteriak minta tolong, sehingga pelaku langsung kabur.
Selanjutnya, pada Senin, 29 Juni 2026, pelaku kembali datang. Namun, dia tidak mengetuk rumah melainkan melempar beberapa kertas dan beberapa helai pakaian dalam perempuan yang berisi ancaman pembunuhan terhadap Riska dan anaknya.
Selain ancaman pembunuhan, pelaku juga menuliskan pesan ajakan agar korban mau melakukan berhubungan badan dengannya.
“Korban mendapat ancaman beberapa kali,” kata Andi.
Mendapat ancaman tersebut, Zaenal Muttaqin lantas melaporkannya kepada ketua RT setempat dan memperlihatkan teror yang dikirim pelaku. Pesan teror tersebut kemudian disebar di media sosial (medsos) dan viral.
Kapolsek Ciruas, Kompol Salahuddin mengatakan, kasus teror tersebut terjadi pada saat korban dan anaknya sedang berada di rumah. Sementara, suaminya sedang bekerja sebagai kurir ekspedisi.
Salahuddin menduga, pelaku teror tersebut orang dekat. Saat ini, Polres Serang dan Polsek Ciruas sedang menyelidiki kasus tersebut.
“Laporannya di Polres, tapi kita gabungan melakukan penyelidikan,” ujar mantan Kasatreskrim Polresta Serang Kota ini.
Sementara Suami Riska, Zaenal mengaku akibat kejadian tersebut membuat sang istri syok. Istrinya kini takut kalau ditinggal sendiri di rumah.
Zaenal Muttaqin berharap agar pelaku teror tersebut dapat segera ditangkap. Ia dan keluarganya ingin hidup tenang dan aman.
“Harapannya kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti terkait adanya teror ini, supaya saya dan keluarga kembali aman,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











