BOGOR, RADARBANTEN.CO.ID — Sebanyak 83 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dari Universitas Terbuka (UT) Bogor dan UT Serang mengikuti Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Gedung UT Bogor, Jalan Soleh Iskandar No. 234, Kota Bogor, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WIB ini merupakan program wajib bagi mahasiswa PPG FKIP UT. Pelatihan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, memperkuat karakter kebangsaan, serta membangun kedisiplinan, integritas, dan jiwa kepemimpinan calon pendidik Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi melalui upacara kebangsaan, dilanjutkan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bersama personel TNI. Hadir dalam pembukaan acara tersebut Direktur UT Bogor Drs. Enang Rusyana, M.Pd., Direktur UT Serang Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., serta Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0606/Kota Bogor Letnan Kolonel Inf. Dr. Hengger Tri Wahono, S.H., M.H.
Pada sesi materi pertama bertajuk “Siber Security dan Narkoba”, Kolonel Inf. Sony Madya Yudhantara, S.Kom., membekali peserta mengenai pentingnya perlindungan data digital melalui konsep tiga pilar utama (CIA Triad: Confidentiality, Integrity, Availability).
Peserta diajak mewaspadai berbagai ancaman siber seperti malware, phishing, hingga serangan DDoS, serta diajarkan praktik perlindungan data pribadi dan pemahaman bahaya narkoba.

“Keamanan siber di era digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap individu, sehingga kewaspadaan terhadap ancaman siber perlu menjadi kebiasaan yang terus dijaga, termasuk oleh calon guru yang kelak membimbing peserta didik menghadapi dunia digital,” ujar Kolonel Sony.
Sesi kedua diisi oleh Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, S.Hub.Int., dengan materi “Pengantar Bela Negara dan Kebhinekaan Global”.
Ia menekankan pentingnya calon guru menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi melalui empat pilar: mengenal dan menghargai budaya, komunikasi interkultural, refleksi dan tanggung jawab, serta keadilan sosial.
“Sikap terbuka terhadap keberagaman dunia perlu tetap diimbangi dengan kesadaran menjaga identitas lokal, agar mahasiswa PPG mampu menumbuhkan toleransi di ruang kelas tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” terangnya.

Usai waktu istirahat, sesi dilanjutkan dengan pendalaman “Nilai Dasar Bela Negara” berdasarkan UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Kolonel Sony memaparkan lima nilai dasar bela negara, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara secara fisik dan mental. Sesi ini diwarnai momen kebangsaan melalui penyeruan lagu Bagimu Negeri dan Ibu Pertiwi.
Acara ditutup dengan upacara khidmat. Dalam amanat penutupnya, Direktur UT Bogor Drs. Enang Rusyana, M.Pd., menyampaikan bahwa pembentukan karakter melalui bela negara adalah modal vital agar calon guru dapat menjadi teladan nasionalisme bagi para siswa.
Direktur UT Serang Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., menambahkan bahwa calon pendidik memikul tanggung jawab strategis dalam membina generasi penerus bangsa agar siap mengabdi dengan penuh disiplin.
Sementara itu, Kasdim 0606/Kota Bogor Letkol Inf. Dr. Hengger Tri Wahono mengapresiasi tinggi kesuksesan pelatihan kolaboratif ini.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini. Kami berharap nilai-nilai Bela Negara yang diperoleh mahasiswa dapat benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan profesi sebagai pendidik. Guru memiliki peran vital sebagai agen perubahan,” tutur Letkol Hengger.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada seluruh peserta oleh pimpinan UT Bogor, UT Serang, dan jajaran Kodim 0606/Kota Bogor. (*)

