KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September bahkan Oktober 2026. Upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi memicu krisis air bersih, kebakaran, gangguan kesehatan, hingga terganggunya ketahanan pangan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta bergerak cepat sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan. “Ancaman yang nyata saat ini adalah kekeringan. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus melakukan mitigasi sejak dini,” ujar Benyamin saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Hotel Zuri BSD, Selasa 21 Juli 2025.
Sebagai langkah awal, Pemkot Tangsel terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Hingga kini, lebih dari 50 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, melalui BPBD bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane dan sejumlah pihak lainnya.
“Selain penanganan darurat, Pemkot juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan membangun sumur dalam (deep well) yang dilengkapi tandon air berkapasitas besar di wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih,” ujarnya. BPBD juga diminta terus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila muncul titik terdampak baru.
Benyamin memberikan kewenangan kepada BPBD untuk segera mengoordinasikan OPD terkait apabila diperlukan distribusi air bersih maupun bantuan kebutuhan dasar lainnya.
Di sektor lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup diminta memperkuat mitigasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang dengan mengurangi akumulasi gas metana di bawah timbunan sampah. “Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya titik api selama musim kemarau,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran diminta memperluas sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, termasuk edukasi mengenai penggunaan instalasi listrik yang aman dan penanganan kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Benyamin juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan edukasi mengenai bahaya cuaca panas ekstrem, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya agar terhindar dari dehidrasi maupun gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
“Untuk menjaga ketahanan pangan, saya meminta Dinas Pertanian bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan memantau dampak kekeringan terhadap produksi pertanian serta memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pokok di pasaran,” ujarnya.
Benyamin juga menginstruksikan seluruh OPD memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap laporan masyarakat mengenai dampak kekeringan dapat ditangani secara cepat dan terpadu. “Kekeringan bukan hanya berdampak pada berkurangnya pasokan air bersih, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran, mengganggu kesehatan masyarakat, dan memengaruhi aktivitas ekonomi. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta tetap siaga hingga musim kemarau berakhir,” jelasnya.
Hingga pertengahan Juli 2026, kekeringan telah berdampak pada 115 kepala keluarga di lima titik di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Pemkot Tangsel memastikan seluruh langkah mitigasi akan terus diperkuat agar dampak kekeringan tidak meluas ke wilayah lainnya.
Editor : Rostinah











