SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Satu Asa Domino Turnamen yang digelar Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Banten berlangsung meriah di Satu Asa Coffee, Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi bahwa olahraga domino kini telah resmi menjadi cabang olahraga yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Direktur Utama Radar Banten, Mashudi menyampaikan apresiasi kepada ORADO Banten yang telah mempercayakan Radar Banten Group sebagai mitra dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut pada berbagai agenda olahraga domino di masa mendatang.
“Terima kasih dari Radar Banten atas kebersamaan Radar Banten Group dengan ORADO Banten. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dan dapat terus berlanjut. Insyaallah Radar Banten Group yang terdiri dari media online, koran, dan televisi akan terus mendukung kegiatan-kegiatan ORADO, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujar Mashudi saat berada di Satu Asa Coffee.
Mashudi berharap keberadaan ORADO mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap olahraga domino. Menurutnya, setelah resmi menjadi cabang olahraga yang diakui KONI, domino tidak lagi dipandang negatif, melainkan sebagai olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi.
“Dulu memang ada stigma negatif terhadap domino. Namun sekarang, dengan hadirnya ORADO sebagai organisasi yang menaungi cabang olahraga ini dan sudah diakui KONI, mari kita bersama-sama menghilangkan stigma tersebut serta menjadikan domino sebagai cabang olahraga yang berprestasi di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Wasit ORADO Banten, Dedi Sigit mengatakan, turnamen tersebut juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat bahwa ORADO telah menjadi bagian dari KONI. Menurutnya, informasi tersebut perlu diketahui masyarakat agar olahraga domino semakin diterima.
Dedi menjelaskan, selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat persahabatan dan kekeluargaan antarpeserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Peserta yang hadir berasal dari Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kota Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak.
“Turnamen mini ini sangat penting karena selain sebagai ajang silaturahmi, juga menjadi momentum memperkenalkan bahwa olahraga domino di Banten terus berkembang. Kami berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Dedi menyebutkan, pihaknya menyiapkan 10 meja domino. Sedangkan untuk mekanisme pertandingan, akan dibagi menjadi 2 tahapan. Tahap pertama akan diikuti 30 tim menggunakan sistem gugur. “Khusus 30 tim pertama bermain satu set, siapa pun tim yang dapat poin, akan mengikuti pertandingan selanjutnya, bagi tim yang kalah akan langsung gugur,” jelasnya.
Ia menambahkan, ORADO Banten sebelumnya juga telah menggelar sejumlah turnamen yang mendapat sambutan positif dari para pecinta domino. “Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan berbagai kegiatan sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus memperkuat eksistensi olahraga domino di Provinsi Banten,” tegasnya.
Editor : Rostinah











