SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kemacetan yang terus terjadi di jalur Bojonegara-Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu rencana yang tengah didorong yakni pelebaran jalan dari kondisi saat ini menjadi empat lajur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Endad, mengatakan persoalan kemacetan di kawasan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan rekayasa lalu lintas. Kondisi jalan yang masih terbatas menjadi salah satu faktor utama penyebab kepadatan kendaraan.
“Solusi jangka panjangnya adalah pelebaran jalan. Rencananya dibuat menjadi empat lajur oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Endad, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, jalur Bojonegara-Pulo Ampel memiliki aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi. Selain dilalui kendaraan masyarakat, kawasan tersebut juga menjadi jalur angkutan barang dan kendaraan tambang yang melayani aktivitas industri.
Kondisi itu semakin kompleks karena banyaknya akses keluar-masuk kawasan industri. Setiap pintu masuk pabrik berpotensi menjadi titik perlambatan kendaraan, terutama ketika kendaraan besar keluar atau masuk secara bersamaan.
“Banyak pabrik di sana. Dari perusahaan juga meminta agar akses tidak ditutup. Jadi banyak titik potongan atau akses keluar-masuk pabrik,” katanya.
Endad menilai pelebaran jalan menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas di kawasan tersebut. Dengan ruas jalan yang lebih lebar, arus kendaraan diharapkan dapat mengalir lebih lancar dan mengurangi antrean panjang.
Selain pelebaran jalan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan rencana pembangunan akses tol yang menghubungkan kawasan Bojonegara dengan wilayah timur. Akses baru tersebut diharapkan menjadi jalur alternatif bagi kendaraan sekaligus mengurangi beban lalu lintas di ruas jalan eksisting.
“Selain pelebaran jalan, ada juga rencana membuka pintu tol yang menghubungkan Bojonegara dengan wilayah timur,” ungkapnya.
Meski demikian, Endad mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat. Karena itu, sambil menunggu solusi jangka panjang terealisasi, Dishub Banten tetap menjalankan langkah jangka pendek berupa penyekatan, rekayasa lalu lintas, dan penertiban angkutan yang melanggar aturan.
Menurutnya, penanganan kemacetan di jalur Bojonegara-Pulo Ampel harus dilakukan secara bertahap. Penertiban kendaraan menjadi solusi sementara, sedangkan peningkatan kapasitas jalan dan pembangunan akses baru diharapkan menjadi solusi permanen.
“Yang jangka pendek penyekatan dan penertiban. Tapi untuk jangka panjang, infrastrukturnya harus diperbaiki,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria









