CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengirimkan bantuan air bersih setiap hari ke wilayah Gunung Batur, Kecamatan Pulomerak.
Kebijakan tersebut disampaikan Robinsar saat meninjau pendistribusian air bersih di wilayah Tembulum dan Gunung Batur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Rabu 22 Juli 2026.
Menurutnya, kekeringan di kawasan pegunungan Pulomerak merupakan persoalan yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau.
Karena itu, Pemerintah Kota Cilegon menyiapkan langkah jangka pendek melalui distribusi air bersih sekaligus solusi permanen berupa pembangunan jaringan pipanisasi.
“Langkah awal yang akan kami perintahkan kepada lurah adalah mengirimkan air bersih setiap hari selama musim kemarau, hingga Desember,” kata Robinsar.
Ia menjelaskan, program pipanisasi sebenarnya telah diprogramkan sejak tahun lalu dan kini terus disempurnakan agar mampu menjangkau wilayah yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih.
“Program ini sudah berjalan dan tahun ini dilakukan penyempurnaan karena memang wilayah Pulomerak ini menjadi salah satu titik yang sering terjadi kekeringan,” ujarnya.
Robinsar mengatakan, jaringan distribusi air bersih dibangun secara bertahap mulai dari Kecamatan Grogol hingga Kelurahan Suralaya.
Selanjutnya, jaringan tersebut akan diperluas ke sejumlah kawasan pegunungan yang menjadi langganan kekeringan.
Saat ini, pembangunan pipa induk telah mencapai wilayah Kepindis dan akan terus disambungkan menuju Suralaya, kemudian diteruskan ke Cipala, Gunung Batur, Tembulum, hingga Ciporong.
“Kami minta maaf dan minta sabarnya. Ini sedang proses. Saya pastikan nanti keran akan masuk ke rumah warga masing-masing. Pipa induknya sedang dipasang dan sedang diusahakan sehingga nantinya keran bisa masuk ke rumah masing-masing,” katanya.
Ia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan selama masa kepemimpinannya sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau.
Robinsar menambahkan, pengeboran sumur dalam belum tentu menjadi solusi efektif mengingat kondisi tanah di kawasan tersebut didominasi batuan keras.
Karena itu, pembangunan jaringan pipanisasi dinilai menjadi solusi yang lebih tepat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan.
Editor Daru











