JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Harga emas Antam mencatat kenaikan tipis sepanjang perdagangan sepekan terakhir. Dalam periode 20-25 Juli 2026, harga emas Antam 24 karat hanya naik Rp2.000 per gram.
Berdasarkan data perdagangan emas Antam yang dikutip dari laman Logam Mulia, harga emas bergerak cukup fluktuatif sepanjang pekan. Meski demikian, penguatan pada akhir periode membuat harga emas secara keseluruhan masih mencatat kenaikan tipis dibandingkan awal pekan.
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam sempat menyentuh level tertinggi Rp2.640.000 per gram. Sementara itu, harga terendah berada di level Rp2.601.000 per gram.
Kenaikan yang relatif terbatas ini menunjukkan pergerakan harga emas cenderung stagnan setelah sebelumnya mengalami penguatan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut terjadi di tengah pasar global yang masih dibayangi berbagai sentimen ekonomi dan geopolitik.
Berikut rincian harga emas Antam selama sepekan:
- Senin, 20 Juli: Rp2.610.000 per gram
- Selasa, 21 Juli: Rp2.601.000 per gram
- Rabu, 22 Juli: Rp2.635.000 per gram
- Kamis, 23 Juli: Rp2.640.000 per gram
- Jumat, 24 Juli: Rp2.605.000 per gram
- Sabtu, 25 Juli: Rp2.612.000 per gram
Bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi, pergerakan harga dalam sepekan ini menjadi perhatian. Pasalnya, harga emas masih bertahan di level tinggi meski kenaikannya relatif terbatas.
Harga emas juga dapat berubah mengikuti perkembangan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta sentimen pasar global. Selain itu, kebijakan bank sentral dan kondisi geopolitik turut memengaruhi arah pergerakan harga logam mulia.
Dengan kenaikan Rp2.000 per gram dalam sepekan, harga emas Antam masih bertahan di kisaran Rp2,6 juta per gram. Pergerakan harga selanjutnya diperkirakan masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen ekonomi global maupun domestik.
Bagi calon investor, perubahan harga emas dalam jangka pendek sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi. Emas umumnya dipandang sebagai instrumen penyimpan nilai (safe haven) untuk jangka panjang sehingga tujuan investasi dan horizon waktu tetap perlu diperhatikan.*
Editor : Krisna Widi Aria










