SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten terus berkontribusi mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Widya Adhyaksa di lingkungan Kantor Kejati Banten, pekan lalu.
Peresmian dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten Rinaldi Umar, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten Fenty Rinaldi, para asisten Kejati Banten, Ketua Yayasan PAUD Widya Adhyaksa Nurmala Romiyasi, jajaran pengurus IAD Wilayah Banten, para guru, peserta didik, serta orang tua murid.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Bernadeta Maria Erna Elastiyani mengatakan, kehadiran PAUD Widya Adhyaksa merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden, khususnya poin keempat yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan.
“Dalam rangka membentuk karakter dan budaya sejak dini, prosesnya harus dimulai pada usia anak. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang berkarakter Indonesia dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Bernadeta menjelaskan, PAUD Widya Adhyaksa berada di bawah naungan IAD Wilayah Banten. Kehadirannya menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan anak usia dini sebagai fondasi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Menurutnya, masa golden age merupakan periode yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak sehingga harus dioptimalkan melalui pendidikan yang tepat.
“Kalau ingin mencerdaskan bangsa, pendidikan harus dioptimalkan sejak masa golden age. Pada fase itulah kepekaan, kebiasaan, dan karakter anak mulai terbentuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa.
“Investasi di bidang pendidikan, khususnya pada anak usia dini, akan memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa. Fasilitas pendidikan seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dapat membuka peluang yang tidak terbatas bagi masa depan anak-anak,” katanya.
Bernadeta juga menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Peran guru dan orang tua sama-sama penting. Bukan hanya fasilitas sekolah yang harus dijaga, tetapi anak-anak juga harus mendapatkan perhatian dan pendampingan secara maksimal,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak melalui kasih sayang dan pendidikan yang berkelanjutan.
“Tidak ada proses instan untuk menghasilkan generasi unggul. Semua membutuhkan tahapan panjang serta sinergi antara tenaga pendidik dan orang tua demi mewujudkan generasi emas Indonesia,” pungkas Bernadeta.(dre/mas)
Reporter : Andre AP
Editor : Mastur Huda











