LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kemarau yang melanda Kabupaten Lebak dalam dua bulan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Kekeringan telah melanda lebih dari separuh wilayah Kabupaten Lebak.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, periode Juli hingga Agustus 2026, kekeringan telah berdampak pada 38 desa di 15 kecamatan dari 28 Kecamatan di Lebak
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, kondisi tersebut berdampak terhadap 10.644 Kepala Keluarga (KK), atau 37.899 jiwa.
“Ya, kekeringan bulan Juli sampai Agustus 2026, terdapat 15 kecamatan dan 38 desa yang terdampak. Jumlah warga terdampak mencapai 10.644 KK atau 37.899 jiwa,” kata Febby, Selasa, 11 Agustus 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sebut Febby, BPBD Lebak terus melakukan pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
“Bantuan distribusi air bersih yang kita salurkan kepada masyarakat mencapau 579.305 ritase, dengan realisasi penyaluran air sebanyak 308.000 liter,” ujarnya.
Menurutnya, menghadapi potensi dampak El Nino 2026, BPBD Kabupaten Lebak terus memperkuat langkah antisipasi dengan fokus pada ketersediaan air bersih, kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karennya, berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih, pemantauan potensi karhutla, koordinasi lintas sektor hingga memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Pemantauan terus dilakukan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Hal ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani, terutama di daerah yang sumber airnya mulai mengering,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono












