PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni menemui warga lima kampung yang menggelar aksi petisi darah di Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.
Saat menemui warga, Andra Soni bersama istri dan rombongan berjalan kaki sejauh 1 kilometer melewati medan tanjakan dengan kondisi jalan rusak.
Aksi petisi darah tersebut merupakan bentuk luapan kekesalan warga lima kampung di Desa Cijaralang, yakni Kampung Buluh, Kampung Cikadu, Kampung Cikiray, Kampung Tagelan, dan Kampung Cijaralang. Warga mengeluhkan kondisi jalan yang telah rusak selama puluhan tahun.
Jalan tersebut merupakan ruas Polos-Wates sepanjang sekitar 8,6 kilometer yang berstatus sebagai jalan kabupaten dan menghubungkan Kecamatan Cimanggu dengan Kecamatan Cigeulis.
Warga sebelumnya menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan rusak sepanjang sekitar 3–4 kilometer. Namun, dalam aksi tersebut warga menyatakan siap menerima berapa pun panjang jalan yang akan dibangun sebagai bentuk pembuktian atas aspirasi yang disampaikan melalui surat terbuka kepada Gubernur Banten dengan membubuhkan tanda tangan menggunakan darah.
Akses jalan yang menghubungkan Kampung Buluh, Kampung Cikiray, Kampung Cikadu, Kampung Tagelan, dan Kampung Cijaralang tersebut telah rusak selama puluhan tahun.
Kondisi itu dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit. Kerusakan jalan juga menghambat distribusi hasil pertanian masyarakat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, meskipun jalan tersebut berstatus jalan kabupaten atau jalan desa, pemerintah tetap harus melihat kebutuhan masyarakat.
“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menindaklanjuti pembangunan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Saya tahu bahwa ini jalannya memang jalan kabupaten atau jalan desa, tapi saya tidak mau lihat itu. Saya lihat bahwa masyarakatnya membutuhkan,” katanya usai mengunjungi jalan rusak di Kampung Buluh, Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Rabu, 12 Agustus 2026.
Andra menjelaskan, pembangunan jalan akan diupayakan melalui perubahan APBD 2026. Pada tahap awal, pembangunan ditargetkan sepanjang sekitar 700 meter hingga 1 kilometer.
“Pembangunan dapat mulai pada Oktober 2026 dan akan berlanjut pada awal 2027. Insya Allah, Oktober 2026 akan kita bangun,” katanya.
Kepala Desa Cijaralang Sa’i mengapresiasi kehadiran Gubernur Banten Andra Soni yang datang langsung ke Desa Cijaralang dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kebahagiaan bagi kami selaku masyarakat Desa Cijaralang. Harapan kami ini bukan hanya mimpi kedatangan Bapak Gubernur Andra Soni yang tidak hanya singgah, tetapi merealisasikan aspirasi,” katanya.
Sa’i berharap pembangunan jalan yang diusulkan masyarakat dapat segera direalisasikan, khususnya ruas Cikadu-Cengkok sepanjang sekitar 3.600 meter.
“Harapan kami semoga pada hari ini membawa mimpi kami menjadi kenyataan. Itu harapan kami yang sangat kami harapkan,” katanya.
Tokoh Pemuda Desa Cijaralang, Mansur, mengungkapkan kondisi jalan tersebut telah rusak selama puluhan tahun.
“Semakin parah saat musim hujan. Setiap anak ingin bersekolah maupun warga menjalankan aktivitas harus berjalan kaki dan kerap terjatuh akibat kondisi jalan rusak dan licin,” katanya.
Menurut Mansur, kehadiran Gubernur Andra Soni di Kampung Buluh menjadi sejarah bagi masyarakat, terlebih karena kedatangannya disertai rencana pembangunan jalan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pak Gubernur dan langsung akan membangun jalan kami,” katanya.
Warga Kampung Buluh, Sujana, mengatakan kedatangan Gubernur Banten mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
“Karena membawa kabar gembira karena akan segera melaksanakan perbaikan jalan rusak untuk dibeton. Tahap pertama ini akan dibangun kurang lebih 700 meter,” katanya.
Selain pembangunan jalan beton, Pemprov Banten juga akan membangun Posyandu serta membagikan bantuan paket sembako. Sebanyak 400 paket sembako disiapkan untuk masyarakat.
“Lalu bantuan untuk 20 guru ngaji dan bantuan untuk musala. Adapun perbaikan jalan titik nol akan mulai dari Kampung Buluh menuju perempatan Kampung Tagelan sepanjang 700 meter yang pengerjaannya bulan Oktober tahun ini,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan – Editor: Aas Arbi

