SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekitar 500 pelajar di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, mendapat pengalaman berbeda saat bertemu langsung dengan mahasiswa dan pelajar asal Jepang.
Mereka mengikuti kegiatan pertukaran budaya yang menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial 20 relawan Jepang di Banten.
Para relawan yang tergabung dalam The Global Organization of Dreamers (GOOD!) berada di Padarincang selama 10 hari, 13–23 Agustus 2026.
Kegiatan pertukaran budaya dilaksanakan bersama pelajar MTs Al-Khaeriyah Rancaranji dan SMP Negeri 3 Padarincang.
Para siswa diajak mengenal berbagai aspek kehidupan masyarakat Jepang. Sebaliknya, mereka juga memperkenalkan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia kepada para relawan.
Interaksi berlangsung mulai dari pengenalan bahasa, dialek sehari-hari, kebiasaan masyarakat hingga kesenian.
Direktur Fesbuk Banten News Lulu Jamaludin mengatakan, antusiasme pelajar terlihat sejak kedatangan rombongan relawan Jepang.
“Antusiasme para siswa luar biasa. Mereka tidak hanya menyambut, tetapi juga aktif berinteraksi dan belajar mengenal budaya Jepang,” ujar Lulu di Padarincang, Jumat (14/8/2026).
Menurut Lulu, kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi generasi muda kedua negara untuk saling mengenal.
Para relawan Jepang juga mendapatkan kesempatan mengenal kehidupan masyarakat Banten secara lebih dekat. Terlebih, selama berada di Padarincang mereka tinggal di rumah warga dan mengikuti berbagai aktivitas masyarakat.
“Begitu pula para relawan Jepang yang mendapat pengalaman langsung mengenal kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia,” katanya.
Koordinator GOOD! Jepang, Koji Isoda, mengatakan membangun hubungan persahabatan menjadi salah satu tujuan utama kedatangan mereka ke Indonesia.
“Kami ingin membantu masyarakat lokal sekaligus membangun persahabatan antara pemuda Jepang dan Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pertukaran budaya di sekolah. Para relawan juga akan diperkenalkan dengan sejarah dan kearifan lokal Serang serta berbagai potensi wisata di Banten.
Mereka juga dijadwalkan mengikuti suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk upacara bendera dan berbagai perlombaan rakyat.
Potensi wisata Pantai Anyer juga masuk dalam agenda pengenalan selama para relawan berada di Banten.
Bagi para pelajar Padarincang, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal Jepang secara langsung. Sementara bagi para relawan, kegiatan tersebut menjadi pintu untuk memahami Indonesia dari kehidupan masyarakatnya.
Selama 10 hari di Padarincang, mereka akhirnya tidak hanya membawa misi sosial, tetapi juga membangun hubungan yang lebih personal melalui pertemanan dan pertukaran budaya.
Editor Daru

