SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi investasi di Kota Serang sepanjang semester pertama 2026 mencapai Rp840 miliar. Investasi tersebut turut berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai 1.453 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.142 orang merupakan tenaga kerja lokal, sedangkan 311 lainnya merupakan tenaga kerja asing.
Realisasi investasi itu telah mencapai 129,23 persen dari target Rp650 miliar yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Banten.
Kota Serang juga tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten pada semester pertama 2026.
Capaian tersebut melanjutkan tren peningkatan investasi di Kota Serang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang, realisasi investasi pada 2022 mencapai Rp313 miliar.
Pada 2023, realisasi investasi meningkat menjadi Rp348 miliar. Pertumbuhan kembali terjadi pada 2024 dengan nilai investasi mencapai Rp453 miliar.
Kenaikan signifikan terjadi pada 2025, ketika realisasi investasi Kota Serang mencapai Rp810 miliar. Memasuki semester pertama 2026, nilai tersebut kembali meningkat menjadi Rp840 miliar.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, peningkatan investasi harus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama melalui terbukanya lapangan pekerjaan.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Kota Serang perlu dibarengi dengan kondisi daerah yang aman, terbuka, toleran, dan kondusif agar kepercayaan dunia usaha tetap terjaga.
“Makanya perlu dukungan dari semua masyarakat agar membantu pemerintahannya. Ketika banyak investasi, insya Allah banyak lapangan pekerjaan,” ujar Budi, Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia mengatakan, peningkatan kesempatan kerja menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan visi dan misi Budi-Agis untuk membawa Kota Serang menjadi kota yang maju, bahagia, dan sejahtera.
“Karena kunci menuju visi-misi Budi-Agis ini menuju kota yang maju, bahagia, sejahtera warganya, tentunya lapangan pekerjaan terbuka banyak agar banyak warga kita yang bekerja,” tuturnya.
Budi menilai pekerjaan dan penghasilan memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan keluarga. Karena itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan investasi dan melakukan evaluasi secara berkala hingga akhir 2026.
“Tentunya ada target. Nanti setelah kita rapat per semester, kita evaluasi,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi – Editor: Aas Arbi
