SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banyak masyarakat mulai mencari tahu pengeluaran per bulan masuk Desil DTSEN berapa.
Pertanyaan tersebut muncul setelah beredar berbagai tabel di media sosial yang menghubungkan nominal pengeluaran dengan Desil 1 sampai Desil 10.
Dalam sejumlah tabel yang beredar, masyarakat dikelompokkan berdasarkan kisaran pengeluaran per kapita per bulan, mulai dari kelompok dengan pengeluaran paling rendah hingga kelompok dengan pengeluaran lebih tinggi.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa pengeluaran per kapita tidak bisa digunakan sendirian untuk menentukan desil DTSEN.
Apa Itu Pengeluaran Per Kapita?
Pengeluaran per kapita merupakan rata-rata pengeluaran untuk setiap anggota rumah tangga.
Sebagai contoh, sebuah keluarga terdiri dari empat orang dengan total pengeluaran Rp4 juta dalam satu bulan. Secara sederhana, pengeluaran per kapitanya adalah Rp1 juta per orang per bulan.
Namun, angka tersebut belum otomatis menentukan keluarga tersebut masuk desil tertentu.
Sebab, pengelompokan kesejahteraan dalam DTSEN mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi secara lebih luas.
Apakah Pengeluaran Rp1 Juta Berarti Desil Tertentu?
Belum tentu.
Nominal pengeluaran Rp1 juta per kapita per bulan tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi Desil 1, Desil 2, Desil 3 atau desil lainnya.
BPS menjelaskan bahwa pengelompokan kesejahteraan dalam DTSEN menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi.
Selain pengeluaran, kondisi pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, akses sanitasi dan air minum, kesehatan, kepemilikan aset hingga usaha juga dapat menjadi bagian dari gambaran kondisi sosial ekonomi rumah tangga.
Artinya, dua keluarga dengan pengeluaran per kapita yang sama belum tentu memiliki desil yang sama.
Kenapa Pengeluaran Bulanan Bisa Menyesatkan?
Misalnya, dua keluarga sama-sama memiliki pengeluaran Rp1 juta per orang setiap bulan.
Keluarga pertama tinggal di rumah milik sendiri, memiliki aset tertentu dan anggota keluarga dengan pekerjaan tetap.
Sementara keluarga kedua tinggal di rumah kontrakan dan memiliki kondisi sosial ekonomi berbeda.
Walaupun nominal pengeluaran terlihat sama, kondisi keduanya dapat menghasilkan pemeringkatan kesejahteraan yang berbeda.
Karena itu, desil tidak cukup ditentukan hanya dengan melihat slip gaji atau jumlah pengeluaran bulanan.
Desil DTSEN Digunakan untuk Apa?
DTSEN menjadi salah satu basis data pemerintah dalam melakukan pensasaran program sosial dan pembangunan.
Dengan adanya pengelompokan desil, pemerintah dapat memiliki gambaran mengenai posisi relatif kesejahteraan masyarakat sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Namun, kriteria penerima setiap program dapat berbeda. Artinya, masuk desil tertentu tidak otomatis menjamin seseorang mendapatkan semua jenis bantuan pemerintah.
Apakah Desil Bisa Berubah?
Bisa.
Kondisi ekonomi rumah tangga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, data sosial ekonomi juga perlu diperbarui agar menggambarkan kondisi masyarakat terbaru.
Perubahan pekerjaan, jumlah anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset maupun kondisi ekonomi lainnya dapat memengaruhi pemeringkatan kesejahteraan.
Jadi, Pengeluaran Berapa Masuk Desil 1 sampai 10?
Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan satu angka pengeluaran bulanan.
Tabel nominal yang beredar di media sosial sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai batas resmi Desil 1 sampai 10 sebelum ada konfirmasi dari sumber pemerintah yang berwenang.
Yang perlu dipahami adalah semakin rendah posisi desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan relatifnya. Sebaliknya, semakin tinggi desil, semakin tinggi posisi kesejahteraannya.
Jika masyarakat ingin mengetahui desil DTSEN secara akurat, gunakan informasi dari kanal atau layanan resmi pemerintah, bukan hanya menghitung berdasarkan total pengeluaran keluarga.

