PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tumpukan sampah limbah rumah tangga di selokan belakang SDN Labuan 1, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mulai mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Bau tak sedap dari tumpukan sampah bahkan tercium hingga ke dalam ruang kelas. Kondisi tersebut dikeluhkan pihak sekolah karena dapat mengganggu kenyamanan siswa dan guru saat proses pembelajaran berlangsung.
Kepala SDN Labuan 1, Tini Kartini, mengatakan kondisi selokan di belakang sekolah kini dipenuhi sampah limbah rumah tangga.
“Sekarang penuh dengan sampah limbah rumah tangga. Itu sangat mengganggu karena menimbulkan aroma bau tak sedap,” kata Tini, Selasa (18/8).
Menurutnya, bau sampah kerap tercium hingga ke ruang kelas ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Itu sangat mengganggu belajar. Ada sampah limbah rumah tangga, terus kalau anak belajar, baunya tercium ke kelas. Harapan saya supaya sampah ini cepat ditangani agar tidak bau lagi,” ujarnya.
Warga Kampung Pangeuseupan, Desa Labuan, Dayat, mengatakan tumpukan sampah di selokan tersebut mulai terjadi setelah tempat pembuangan sementara (TPS) di kawasan pasar ditutup.
“Dari mulai ditutupnya TPS pasar depan toko emas. Semenjak tutup terjadi ledakan sampah,” katanya.
Menurut Dayat, warga yang sebelumnya membuang sampah di TPS pasar kini sebagian beralih membuangnya ke selokan.
“Ya, selokan kini bukan aliran air limbah rumah tangga, tapi menjadi lautan sampah. Ini perlu penanganan serius dari pihak terkait karena saluran selokan ini dari berbagai kampung,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah desa dapat membantu menangani persoalan tersebut dengan menginisiasi kegiatan gotong royong secara berkelanjutan. Jika diperlukan, menurutnya, pemerintah dapat membentuk tim kebersihan khusus untuk mengelola sampah di lingkungan tersebut.
“Warga siap membayar iuran ketika memang sesuai dengan anggaran. Sebab, warga sebenarnya sudah bergotong royong, hanya saja dalam dua atau tiga hari kembali lagi penuh,” katanya.
Dayat mengatakan persoalan tersebut semakin sulit ditangani karena sampah tidak hanya berasal dari warga sekitar. Ia mengaku kerap melihat warga dari luar lingkungan membuang sampah ke selokan.
“Ada yang naik motor terus buang sampah ke selokan. Kami berharap segera dibentuk tim kebersihan. Karena kalau dibiarkan, ini akan menyebarkan penyakit,” tandasnya.
Reporter: Purnama Irawan – Editor: Aas Arbi

