LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Krisis air bersih di Kabupaten Lebak terus meluas. Kini, dampak musim kemarau itu dialami warga di 42 desa di 15 kecamatan.
Pemerintah daerah telah menyalurkan air bersih di 15 kecamatan, antara lain, Cihara, Curugbitung, Wanasalam, Cilograng, Cileles, Gunungkencana, Leuwidamar, Panggarangan, Cijaku, Warunggunung, Cimarga, Rangkasbitung, Cirinten, dan Sajira.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pihaknya telah menyalurkan air bersih sebanyak 382 ribu liter untuk 13.552 Kepala Keluarga (KK), atau 48.573 jiwa, yang tersebar di 42 desa di 15 kecamatan.
“Kekeringan yang terjadi saat ini hingga memicu krisis air bersih, diperkirakan terus bertambah sebab permintaan air bersih kepada BPBD telah mencapai 713.705 liter untuk 15.511 KK atau 62.057 jiwa,” kata Febby, Kamis 20 Agustus 2026.
Ia mengatakan, dalam menyalurkan pasokan air bersih kepada warga pihaknya juga dibantu oleh TNI, PMI, dan berbagai pihak lainnya.
“Dalam penyaluran air berih kita lakukan skala prioritas dan mendahukukan sesuai permintaan, mengingat armada yang ada juga terbatas,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada warga yang mengalalami krisis air berih untuk segera melaporkan kepada BPBD Lebak atau aparatur pemerintahan setempat.
Editor: Agus Priwandono

