SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten terus memperkuat langkah strategis menuju world class university. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI yang berlangsung di Aula Serbaguna Gedung Rektorat UIN SMH Banten, Kamis, 20 Agustus 2026.
Mengusung tema “Penguatan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Menuju World Class University”, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan aspirasi perguruan tinggi dengan dukungan kebijakan nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., jajaran wakil rektor, para dekan, serta pimpinan unit dan bagian di lingkungan universitas maupun fakultas.
Dalam pemaparannya, Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A., menegaskan bahwa transformasi menuju universitas Islam berkelas dunia tidak hanya dibangun melalui penguatan akademik, tetapi juga melalui pengelolaan sarana, aset, dan potensi institusi secara produktif.
UIN SMH Banten kini memiliki fasilitas convention hall berkapasitas hingga 6.000 orang yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan berskala nasional. Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan mendukung kesiapan Banten dalam menyambut berbagai agenda besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Pengembangan fasilitas kampus turut diperkuat dengan unit-unit bisnis yang dikelola secara produktif, antara lain kompleks perkantoran perbankan dan fasilitas penginapan setara hotel bintang tiga.
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga memiliki potensi menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat.
“Kami memiliki visi menjadi universitas Islam yang unggul, bereputasi internasional, dan berdampak. Visi ini terus kami wujudkan sampai institusi ini berpusat menjadi world class university pada tahun 2045,” tegas Prof. Ishom.
Semangat menuju universitas kelas dunia juga diwujudkan melalui inovasi akademik yang tetap berpijak pada kekayaan lokal.
Salah satu rencana strategis yang disampaikan Rektor adalah pembukaan Fakultas Kesehatan dengan Program Studi Pengobatan Alternatif Tiongkok.
Menariknya, program tersebut dirancang untuk dikolaborasikan dengan kearifan lokal Banten, khususnya pengetahuan mengenai pengobatan tradisional yang selama ini hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Melalui pendekatan akademik dan riset ilmiah, kekayaan pengetahuan lokal tersebut diharapkan dapat dikaji, dikembangkan, dan memiliki nilai tambah di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi UIN SMH Banten, inovasi semacam ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman sekaligus tidak tercerabut dari akar budaya masyarakat.
Di sisi lain, Rektor turut menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis yang perlu mendapat dukungan pemerintah, terutama peningkatan kuota beasiswa bagi mahasiswa serta penambahan formasi dosen.
Penguatan beasiswa dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat Banten terhadap pendidikan tinggi. Sementara itu, penambahan tenaga pengajar dibutuhkan untuk memperbaiki rasio dosen dan mahasiswa yang saat ini masih berada pada angka sekitar 1:60.
Editor: Aas Arbi












