• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Sekam

Ketika Semua Orang Merdeka

Mashudi by Mashudi
Kamis, 20 Agustus 2026 07:43
in Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Agustus selalu punya cara membuat banyak tempat mendadak sibuk. Di kampung, kompleks perumahan, kantor, hingga sekolah, orang-orang membicarakan perayaan.

Para pemuda dan bapak-bapak memikirkan panggung. Ibu-ibu menghitung konsumsi. Anak-anak bertanya lomba apa saja yang akan digelar. Panitia membawa proposal dari pintu ke pintu. “Kalau tidak bisa uang, air mineral juga boleh.”

RelatedPosts

Kalau Kurang, Tambah

Kalau Kurang, Tambah

Kamis, 15 Oktober 2026 07:40
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ongkos Menunggu Hujan

Senin, 12 Oktober 2026 07:38
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Pabrik Dekat, Kesempatan Jauh

Kamis, 8 Oktober 2026 07:49
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Setelah Ucapan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 07:29

Di situlah pesta kemerdekaan sebenarnya dimulai. Bukan ketika bendera dikibarkan. Bukan pula saat lagu Indonesia Raya diputar. Tetapi ketika orang-orang berkumpul, patungan, bekerja, lalu tertawa bersama. Anehnya, perayaan tahunan itu tidak pernah membosankan. Perlombaannya hampir selalu sama. Balap karung. Makan kerupuk. Lari kelereng. Tarik tambang. Panjat pinang. Boleh ditambah yang baru. Namun, yang lama selalu membuat rindu. Orang dewasa yang setiap hari menjaga wibawa mendadak rela melompat-lompat di dalam karung.

Gubernur Banten, Andra Soni pun tidak hanya menyaksikan. Ia ikut masuk ke dalam karung dan berlomba bersama warga. Di dalam karung, rupanya jabatan tidak banyak membantu. Semua harus melompat dan menjaga keseimbangan sendiri.

Ibu-ibu berlari sambil menjepit balon. Bapak-bapak sibuk menjaga sarung agar tidak melorot. Yang kalah tidak marah. Yang menang tidak sombong. Hadiahnya mungkin hanya ember, kipas angin, atau mi instan. Namun, perjuangan mendapatkannya bisa menjadi cerita sampai tahun depan.

HUT ke-81 Republik Indonesia benar-benar menjadi pesta rakyat. Pesta kebahagiaan. Pesta rasa syukur.

Indahnya, tidak ada pertanyaan siapa mendukung siapa. Tidak ditanya partainya apa. Tidak dicari tahu pilihan politiknya ke mana. Semua mengenakan merah putih dan merayakan kemerdekaan yang sama.

Tidak ada kelompok sebelah. Tidak ada kubu sana. Tidak ada yang merasa paling Indonesia. Uangnya pun dicari bersama. Ada yang menyumbang banyak. Ada yang menyumbang sedikit. Ada yang memasang bendera, meminjamkan pengeras suara, memasak, atau menjaga parkir. Ada pula yang sejak pagi mondar-mandir membawa kabel.

Semua dilakukan dengan sukarela. Tidak ada tekanan. Tidak ada ancaman akan dicatat jika tidak menyumbang. Tidak ada pula yang menuntut diperlakukan istimewa karena memberikan uang paling banyak.

Pesta rakyat kehilangan makna ketika kegembiraan berubah menjadi kewajiban. Gotong royong kehilangan ruh ketika orang membantu karena takut. Sesuatu yang dipaksakan tidak lagi merdeka.

Setelah menikmati kemerdekaan, masih adakah yang ingin mengekang pilihan orang lain, membungkam pendapat berbeda, atau menggunakan jabatan dan kekuasaan untuk membuat orang lain takut?

Kalau masih ada, penjajahan belum benar-benar pergi. Ia hanya berganti wajah.

Dahulu penjajah datang dari bangsa lain. Sekarang, jangan sampai anak bangsa justru ingin menjajah saudaranya sendiri. Merasa paling benar. Merasa paling berhak menentukan hidup orang lain.

Kemerdekaan bukan hanya hak untuk hidup bebas. Kemerdekaan juga kewajiban menghormati kebebasan orang lain. Bendera dapat dipasang dalam satu pagi. Gapura dapat dicat dalam satu hari. Namun, rasa merdeka tidak dapat dibangun melalui perintah. Tidak cukup mengibarkan bendera jika mulut orang lain masih dibungkam.

Mungkin Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa sesederhana suasana lomba itu. Pejabat bisa kalah balap karung. Orang kaya bisa kalah tarik tambang. Ketua RT bisa pulang tanpa hadiah. Tidak ada yang protes. Semua tertawa.

Orang-orang berbeda berkumpul dalam kegembiraan yang sama. Mencari uang, bekerja, dan menikmati hasilnya bersama. Tidak ada yang menekan. Tidak ada yang ditekan.

Sebab, kemerdekaan bukan milik partai, pemerintah, atau kelompok tertentu.

Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat.

Dan pesta terbaik adalah ketika semua orang benar-benar merasa merdeka. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Berpura-pura Jadi Sales HP, Dua Orang Bawa Kabur Kalung Emas Emak-Emak

Next Post

Dewan Geram, Persoalan Pengelolaan Parkir di Pasar Kranggot Berlarut-larut

Next Post

Dewan Geram, Persoalan Pengelolaan Parkir di Pasar Kranggot Berlarut-larut

barang tertinggal di kereta

Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp4,46 Miliar, Sebagian Sudah Dikembalikan KAI

Rabu, 14 Oktober 2026 19:14
Pemangkasan TPP ASN Cilegon

Tekan Belanja Pegawai, Ketua DPRD Cilegon Minta Pemangkasan TPP ASN Jadi Opsi Terakhir

Kamis, 15 Oktober 2026 14:24
Sekda Lebak

Pemkab Lebak Kaji Perampingan OPD

Kamis, 15 Oktober 2026 14:00
Krakatau Steel Merger Dua Anak Usaha, KSI Resmi Lanjutkan Bisnis KIT

Krakatau Steel Merger Dua Anak Usaha, KSI Resmi Lanjutkan Bisnis KIT

Kamis, 15 Oktober 2026 10:32
Manajemen ASN Kantor Regional III BKN

Pemkot Serang Puncaki Peringkat Digitalisasi Manajemen ASN se-Jabar Banten

Kamis, 15 Oktober 2026 12:57
Pemkab Lelang Aset BMD Senilai Rp279 Juta

Pemkab Pandeglang Lelang Aset BMD Senilai Rp279 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 19:03
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

SELARAS Ecosystem dan SML UMKM Centre Antar Sinar Mas Land Raih Dua Platinum

SELARAS Ecosystem dan SML UMKM Centre Antar Sinar Mas Land Raih Dua Platinum

by Syaiful Adha
Jumat, 16 Oktober 2026 13:49
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sinar Mas Land meraih dua penghargaan Platinum dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2026 dan Indonesian SDGs Awards...

Penipuan mobil

Darwin Daniel Didakwa Lakukan Penipuan dengan Modus Sewa Mobil Honda Freed

by Fahmi
Jumat, 16 Oktober 2026 13:44
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Darwin Daniel, anak dari Hot Parulian Hutagalung, didakwa melakukan penipuan setelah diduga menggadaikan mobil Honda Freed yang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.