• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Sekam

Ketika Semua Orang Merdeka

Mashudi by Mashudi
Kamis, 20 Agustus 2026 07:43
in Catatan Sekam
0
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Agustus selalu punya cara membuat banyak tempat mendadak sibuk. Di kampung, kompleks perumahan, kantor, hingga sekolah, orang-orang membicarakan perayaan.

Para pemuda dan bapak-bapak memikirkan panggung. Ibu-ibu menghitung konsumsi. Anak-anak bertanya lomba apa saja yang akan digelar. Panitia membawa proposal dari pintu ke pintu. “Kalau tidak bisa uang, air mineral juga boleh.”

Di situlah pesta kemerdekaan sebenarnya dimulai. Bukan ketika bendera dikibarkan. Bukan pula saat lagu Indonesia Raya diputar. Tetapi ketika orang-orang berkumpul, patungan, bekerja, lalu tertawa bersama. Anehnya, perayaan tahunan itu tidak pernah membosankan. Perlombaannya hampir selalu sama. Balap karung. Makan kerupuk. Lari kelereng. Tarik tambang. Panjat pinang. Boleh ditambah yang baru. Namun, yang lama selalu membuat rindu. Orang dewasa yang setiap hari menjaga wibawa mendadak rela melompat-lompat di dalam karung.

Gubernur Banten, Andra Soni pun tidak hanya menyaksikan. Ia ikut masuk ke dalam karung dan berlomba bersama warga. Di dalam karung, rupanya jabatan tidak banyak membantu. Semua harus melompat dan menjaga keseimbangan sendiri.

Ibu-ibu berlari sambil menjepit balon. Bapak-bapak sibuk menjaga sarung agar tidak melorot. Yang kalah tidak marah. Yang menang tidak sombong. Hadiahnya mungkin hanya ember, kipas angin, atau mi instan. Namun, perjuangan mendapatkannya bisa menjadi cerita sampai tahun depan.

HUT ke-81 Republik Indonesia benar-benar menjadi pesta rakyat. Pesta kebahagiaan. Pesta rasa syukur.

Indahnya, tidak ada pertanyaan siapa mendukung siapa. Tidak ditanya partainya apa. Tidak dicari tahu pilihan politiknya ke mana. Semua mengenakan merah putih dan merayakan kemerdekaan yang sama.

Tidak ada kelompok sebelah. Tidak ada kubu sana. Tidak ada yang merasa paling Indonesia. Uangnya pun dicari bersama. Ada yang menyumbang banyak. Ada yang menyumbang sedikit. Ada yang memasang bendera, meminjamkan pengeras suara, memasak, atau menjaga parkir. Ada pula yang sejak pagi mondar-mandir membawa kabel.

Semua dilakukan dengan sukarela. Tidak ada tekanan. Tidak ada ancaman akan dicatat jika tidak menyumbang. Tidak ada pula yang menuntut diperlakukan istimewa karena memberikan uang paling banyak.

Pesta rakyat kehilangan makna ketika kegembiraan berubah menjadi kewajiban. Gotong royong kehilangan ruh ketika orang membantu karena takut. Sesuatu yang dipaksakan tidak lagi merdeka.

Setelah menikmati kemerdekaan, masih adakah yang ingin mengekang pilihan orang lain, membungkam pendapat berbeda, atau menggunakan jabatan dan kekuasaan untuk membuat orang lain takut?

Kalau masih ada, penjajahan belum benar-benar pergi. Ia hanya berganti wajah.

Dahulu penjajah datang dari bangsa lain. Sekarang, jangan sampai anak bangsa justru ingin menjajah saudaranya sendiri. Merasa paling benar. Merasa paling berhak menentukan hidup orang lain.

Kemerdekaan bukan hanya hak untuk hidup bebas. Kemerdekaan juga kewajiban menghormati kebebasan orang lain. Bendera dapat dipasang dalam satu pagi. Gapura dapat dicat dalam satu hari. Namun, rasa merdeka tidak dapat dibangun melalui perintah. Tidak cukup mengibarkan bendera jika mulut orang lain masih dibungkam.

Mungkin Indonesia yang dicita-citakan para pendiri bangsa sesederhana suasana lomba itu. Pejabat bisa kalah balap karung. Orang kaya bisa kalah tarik tambang. Ketua RT bisa pulang tanpa hadiah. Tidak ada yang protes. Semua tertawa.

Orang-orang berbeda berkumpul dalam kegembiraan yang sama. Mencari uang, bekerja, dan menikmati hasilnya bersama. Tidak ada yang menekan. Tidak ada yang ditekan.

Sebab, kemerdekaan bukan milik partai, pemerintah, atau kelompok tertentu.

Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat.

Dan pesta terbaik adalah ketika semua orang benar-benar merasa merdeka. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Berpura-pura Jadi Sales HP, Dua Orang Bawa Kabur Kalung Emas Emak-Emak

Next Post

Parkir Liar Menjamur di Pasar Kranggot, Pengelola Mengaku Rutin Setoran

Next Post

Parkir Liar Menjamur di Pasar Kranggot, Pengelola Mengaku Rutin Setoran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Parkir Liar Menjamur di Pasar Kranggot, Pengelola Mengaku Rutin Setoran

by Adam Fadillah
Kamis, 20 Agustus 2026 08:30
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivitas parkir di kawasan Pasar Kranggot, Kota Cilegon, masih menjamur. Sejumlah pengelola parkir mengklaim telah mengantongi izin...

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ketika Semua Orang Merdeka

by Mashudi
Kamis, 20 Agustus 2026 07:43
0

Agustus selalu punya cara membuat banyak tempat mendadak sibuk. Di kampung, kompleks perumahan, kantor, hingga sekolah, orang-orang membicarakan perayaan. Para...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.