SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) melibatkan lebih dari 11.000 siswa dari 20 sekolah di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, dalam program edukasi pemilahan sampah kemasan pascakonsumsi.
Program pengelolaan sampah kemasan aseptik berbahan kertas karton tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif yang diluncurkan LamiPak pada Juni 2026.
Rangkaian edukasi kali ini dibuka di SDN Cikande Permai dan SMAN 1 Cikande. Kedua sekolah tersebut merupakan sekolah dengan jumlah siswa terbesar dari 20 sekolah peserta yang mencakup jenjang SD hingga SMA/SMK.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis sampah, mulai dari sampah yang dapat didaur ulang hingga sampah yang dapat terurai secara alami atau diolah menjadi kompos.
Siswa juga diperkenalkan dengan UBC Collection, yakni pengumpulan sampah bekas kemasan susu berbahan kertas karton. Mereka diajarkan cara menyiapkan kemasan sebelum dikumpulkan dan memasukkannya ke dalam kotak khusus yang telah disediakan.
PR Manager LamiPak Ahmad Rizalmi mengatakan edukasi tersebut ditujukan untuk mengubah pemahaman mengenai pemilahan sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Edukasi ini menjadi bagian dari langkah kami untuk menerjemahkan program yang sudah diluncurkan menjadi kebiasaan nyata di lingkungan sekolah. Kami berharap siswa bisa menjadi contoh bagi teman-temannya dan membawa kebiasaan tersebut ke rumah,” ujar Rizal, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah juga perlu diterapkan terhadap kemasan yang berasal dari konsumsi di rumah. Dengan begitu, praktik pengelolaan sampah tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat meluas ke lingkungan keluarga.
Kepala SDN Cikande Permai Asmin Supriyono menyambut baik program tersebut. Ia menilai edukasi mengenai pemilahan sampah perlu diberikan sejak dini agar siswa terbiasa menerapkannya.
“Dengan adanya edukasi dan praktik langsung, siswa lebih mudah memahami apa yang harus dipilah dan bagaimana melakukannya. Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah,” kata Asmin.
Setelah rangkaian edukasi berlangsung, LamiPak akan memantau perkembangan UBC Collection di 20 sekolah peserta, termasuk jumlah kemasan bekas yang berhasil dikumpulkan.
Hasil monitoring tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas program sekaligus menentukan langkah selanjutnya.
Melalui pendekatan berbasis sekolah dengan melibatkan siswa, guru, dan lingkungan sekolah, LamiPak berharap kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah kemasan dapat tumbuh secara berkelanjutan di Kabupaten Serang.
Reporter: Syaiful Adha – Editor: Aas Arbi

