SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partai NasDem Banten mulai menyiapkan target politik jangka panjang. Selain membidik kursi pimpinan DPRD, NasDem juga menargetkan kader internalnya dapat memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2030.
Target tersebut disampaikan Sekretaris DPW Partai NasDem Banten Wawan Suhada usai pelantikan pengurus DPW NasDem Banten dan DPD NasDem se-Banten periode 2026-2031 di Kota Serang, Kamis (20/8/2026).
Wawan mengatakan NasDem Banten ingin memiliki kader yang mampu tampil dan memenangkan kontestasi kepala daerah pada Pilkada 2030.
“Dan pastinya kita targetkan pula di Pilkada 2030 nanti, semoga ada kader NasDem yang duduk sebagai kepala daerah, baik itu bupati, wali kota, atau di tingkat provinsi,” kata Wawan.
Menurutnya, target tersebut menjadi bagian dari agenda politik NasDem Banten dalam memperkuat posisi partai di tingkat daerah.
Untuk mencapai target tersebut, konsolidasi organisasi menjadi salah satu pekerjaan utama kepengurusan DPW NasDem Banten periode 2026-2031.
NasDem Banten juga akan memanfaatkan peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2024 sebagai modal politik.
Pada Pemilu 2024, NasDem berhasil memperoleh tiga kursi DPR RI. Di DPRD Provinsi Banten, jumlah kursi NasDem meningkat dari empat menjadi 10 kursi.
Sementara di DPRD kabupaten/kota, jumlah kursi NasDem bertambah dari 24 menjadi 40 kursi.
Wawan menilai capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kekuatan politik NasDem di Banten.
Namun, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui kerja politik dan konsolidasi hingga tingkat akar rumput.
Kepengurusan baru NasDem Banten juga dituntut mampu mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas dan elektabilitas untuk menghadapi kontestasi kepala daerah.
Selain target Pilkada 2030, NasDem Banten memasang target merebut kursi pimpinan DPRD Provinsi Banten dan kursi pimpinan DPRD di seluruh kabupaten/kota.
Dengan sejumlah target tersebut, NasDem Banten mulai membangun strategi politik jangka panjang untuk memperluas pengaruh partai sekaligus meningkatkan keterwakilan kader di pemerintahan daerah.
Editor: Abdul Rozak












