CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon memastikan tidak menutup informasi mengenai pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelolanya.
BAZNAS mempersilakan mahasiswa maupun masyarakat yang membutuhkan informasi lebih rinci untuk datang langsung ke kantor.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon Fajri Ali mengatakan, pihaknya terbuka terhadap masukan mahasiswa, termasuk kritik mengenai transparansi pengelolaan dana umat.
“Terima kasih atas masukan yang membangun untuk meningkatkan kepercayaan lebih baik lagi, khususnya dari rekan-rekan mahasiswa HMI. Kami BAZNAS Cilegon terbuka bagi siapa pun, termasuk mahasiswa, untuk berdialog menyampaikan data penghimpunan dan penyaluran dana zakat infak shadaqah,” ujar Fajri.
Menurut Fajri, laporan pengelolaan dana BAZNAS Kota Cilegon juga telah dapat diakses melalui website resmi lembaga tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Cilegon Habibi menjelaskan, publikasi laporan secara umum dilakukan dengan tetap mempertimbangkan perlindungan privasi mustahik.
Menurut dia, data penerima manfaat secara rinci sebenarnya tersedia di internal BAZNAS. Namun, data tersebut tidak seluruhnya ditampilkan dalam laporan yang dipublikasikan kepada masyarakat.
“Kalau laporan itu juga menjaga privasi mustahik. Kalau publikasi baiknya jangan mengangkat di berita media langsung seperti itu, bisa datang ke kantor, nanti bisa dijelaskan,” kata Habibi.
Habibi menyebut data penerima manfaat secara rinci, termasuk by name by address, tersedia di BAZNAS.
Data tersebut dapat dijelaskan kepada pihak yang membutuhkan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau detailnya ada. Ada berapa ini, berapa mustahiknya, siapa, by name by address itu ada semua,” ujarnya.
Dia menegaskan, BAZNAS tidak mempersoalkan apabila mahasiswa ingin mengetahui lebih jauh mengenai data penghimpunan maupun penyaluran dana.
Namun, untuk informasi secara detail, pihak yang berkepentingan dipersilakan datang langsung ke kantor BAZNAS.
Habibi juga mencontohkan penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada 2026, bantuan RTLH disebut telah diberikan kepada hampir 100 rumah dan jumlah tersebut bahkan telah melampaui target awal.
Menurut dia, kuota bantuan RTLH pada Januari dan Februari 2026 sebenarnya hanya tujuh rumah per bulan.
Namun, realisasi bantuan meningkat menjadi sekitar 30 rumah karena banyak rumah warga yang roboh akibat kondisi musim hujan.
“Januari, Februari kan seharusnya sebulan itu cuma tujuh. Nah, Januari-Februari kemarin itu 30 rumah yang dibantu. Karena banyak, musim hujan banyak yang roboh rumahnya,” tuturnya.
Kondisi tersebut, kata Habibi, menjadi pertimbangan BAZNAS untuk mengevaluasi kembali kuota bantuan RTLH dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) agar dapat ditingkatkan.
Terkait laporan yang dipublikasikan melalui website, Habibi mengakui informasi yang ditampilkan memang bersifat global. Sedangkan rincian penyaluran dapat dikonfirmasi langsung kepada BAZNAS.
“Cuma memang di website itu secara global saja. Artinya kalau mau konfirmasi detail, ya bisa ke kantor. Nggak ada masalah,” katanya.
Editor: Abdul Rozak

