SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan sejumlah sumber pendapatan untuk mendukung keberlanjutan layanan Trans Banten. Selain dari tiket penumpang, pendapatan juga akan diperoleh melalui sektor non-tiket.
Kepala Bidang Angkutan dan Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Banten, Verry Junanta, mengatakan sumber pendapatan Trans Banten nantinya berasal dari dua sektor, yakni tiket dan non-tiket.
Pendapatan non-tiket di antaranya diperoleh dari komersialisasi ruang iklan pada badan bus, baik bagian dalam maupun luar kendaraan. Selain itu, ruang iklan di halte juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan.
“Pendapatan di layanan Trans Banten ini ada, pertama tiket, kedua non-tiket. Kita bisa pasang reklame di bus, baik di dalam maupun di luar, iklan di halte, dan kalau sudah ada halte khusus untuk Trans Banten nanti di dalamnya ada area komersial yang disewakan,” kata Verry, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurutnya, diversifikasi sumber pendapatan tersebut diperlukan untuk mendukung operasional dan pengembangan layanan Trans Banten dalam jangka panjang.
Sementara untuk pendapatan dari tiket, Pemprov Banten tengah menyiapkan regulasi penerapan tarif. Besaran tarif yang diusulkan berada pada kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per penumpang.
Penerapan tarif tersebut masih menunggu penyelesaian revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait pendapatan daerah dan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub).
Verry menargetkan regulasi tersebut dapat rampung tahun ini.
“Nanti kita bisa langsung menerapkan tarif ini,” ujarnya.
Pembayaran tiket nantinya dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu uang elektronik maupun QRIS. Seluruh penerimaan tiket akan disetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Banten.
Layanan Diminati Masyarakat
Rencana pengembangan sumber pendapatan Trans Banten dilakukan di tengah tingginya minat masyarakat terhadap layanan tersebut.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2025, Trans Banten Koridor 3 telah melayani 187.783 penumpang hingga Juli 2026.
Koridor 3 melayani rute UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) Ciceri-Terminal Pakupatan-Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari.
Layanan tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Verry mengatakan tingginya jumlah penumpang menunjukkan layanan Trans Banten mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah layanan bus gratis ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” katanya.
Ia juga memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian. Selama beroperasi, Trans Banten disebut belum mengalami kecelakaan atau zero accident.
“Alhamdulillah kita masih zero accident, tidak terjadi kecelakaan, jadi aman dan kondisi nyaman juga di dalam bus,” ujarnya.
Editor Daru

