LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak tengah melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Program tersebut menyasar siswa SD/MI untuk mendapatkan imunisasi campak rubella dan HPV.
Hingga pertengahan Agustus 2026, lebih dari separuh siswa sasaran telah mendapatkan imunisasi campak. Dari target 24.998 anak, capaian imunisasi campak telah mencapai 58,2 persen.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak Doddy Irawan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah di Lebak untuk turut menyukseskan program BIAS yang dilaksanakan Dinkes.
“Sejauh ini pelaksanaan imunisasi campak berjalan lancar. Insyaallah semua sekolah dasar di Lebak telah siap menyukseskan program BIAS. Imunisasi campak ini penting untuk membentuk kekebalan tubuh sehingga anak tidak mudah terjangkit penyakit campak,” katanya.
Menurut Doddy, sinergi antara Dindik, Dinkes, sekolah, guru, dan orang tua sangat penting untuk memastikan seluruh siswa sasaran mendapatkan imunisasi sesuai program.
Karena itu, Dindik Lebak mengimbau pihak sekolah memberikan dukungan dan memfasilitasi petugas kesehatan selama pelaksanaan BIAS berlangsung agar target imunisasi dapat tercapai secara optimal.
“Program BIAS sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan perlindungan anak usia sekolah dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi,” ujarnya.
Doddy menambahkan, Pemkab Lebak senantiasa mendukung berbagai upaya untuk menjaga kesehatan anak sekolah. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi masa depan yang membutuhkan daya tahan tubuh yang baik.
“Sehat dan cerdas tidak bisa dipisahkan. Karena itu, Pemkab Lebak senantiasa mendukung kegiatan menjaga kesehatan anak sekolah,” tukasnya.
Sementara itu, Kasi Imunisasi, Surveilans, dan Krisis Dinkes Lebak Bagus Mulyawan mengatakan, tahun ini sasaran imunisasi campak dalam program BIAS mencapai 24.998 anak.
“Pelaksanaan BIAS masih berlangsung sampai akhir Agustus. Target kita 24 ribu anak SD diimunisasi rubella dan HPV. Capaian BIAS campak telah mencapai 58,2 persen dan HPV 35,3 persen,” ujar Bagus.
Ia mengatakan, imunisasi campak dilakukan untuk mencegah penyakit campak sekaligus mengurangi risiko penularannya.
Menurutnya, vaksinasi campak dalam program BIAS yang diperuntukkan bagi siswa kelas I dan II SD/MI penting dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit campak.
Reporter: Nurabidin – Editor: Aas Arbi

