KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mempercepat pengerjaan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Pekerjaan konstruksi yang sebelumnya ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan kini diupayakan selesai dalam dua bulan. Percepatan tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak pekerjaan terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang sedang diperbaiki.
Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaini mengatakan, percepatan pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas yang cukup padat di sejumlah lokasi.
Meski waktu pengerjaan dipersingkat, ia memastikan percepatan tersebut tidak akan mengurangi kualitas konstruksi.
“Karena kondisi lalu lintas cukup padat, kita coba percepat menjadi dua bulan. Tetapi dengan percepatan waktu ini, kita juga tidak ingin mengubah kualitas pekerjaan. Itu menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Taufik, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Taufik, kualitas pekerjaan tetap dijaga melalui pengawasan dan pengujian secara berkelanjutan pada setiap tahapan konstruksi. Pengawasan melibatkan konsultan, tim teknis DPUPR, hingga laboratorium.
Setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara bertahap. Material yang digunakan juga terlebih dahulu menjalani pengujian sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Setiap proses terus kami awasi dan lakukan pengujian. Setelah satu tahapan selesai dan hasilnya memenuhi standar, pekerjaan langsung dilanjutkan sehingga percepatan tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan kualitas,” katanya.
Taufik menambahkan, pengawasan dilakukan secara berlapis hingga tahap audit. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen DPUPR Kota Tangerang untuk memastikan hasil rekonstruksi jalan tetap memenuhi standar meski waktu pengerjaan dipersingkat.
Setelah konstruksi selesai, ruas jalan yang diperbaiki juga masih memasuki masa pemeliharaan. Selama kurang lebih enam bulan, tanggung jawab pemeliharaan masih berada di tangan kontraktor sebelum nantinya diserahkan kepada bidang operasi dan pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang.
Selain mengandalkan pengawasan pemerintah, masyarakat juga diminta ikut memantau kondisi jalan setelah dilakukan perbaikan. Warga dapat melaporkan apabila menemukan persoalan melalui kanal pengaduan LAKSA.
“Informasi dari masyarakat tentu sangat membantu. Semakin banyak laporan yang masuk, semakin cepat kondisi di lapangan bisa kami pantau untuk menjaga pelayanan jalan tetap baik,” pungkasnya.
Diketahui, terdapat lima segmen jalan yang masuk dalam pekerjaan rekonstruksi. Lokasinya antara lain Jalan Marsekal Suryadarma, Kecamatan Neglasari; kawasan pertigaan M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta; Kampung Rawa Rotan; kawasan TPU Selapajang Jaya; serta ruas di sekitar terowongan dekat Jalan Perimeter Utara.
Editor: Mastur Huda

