PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, telah mencapai 96,18 persen. Dengan progres tersebut, bangunan sekolah secara konstruksi dinilai sudah dapat difungsikan untuk penerimaan siswa baru dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Registrasi penerimaan siswa baru sekaligus pembukaan MPLS dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. Sementara pelaksanaan MPLS secara resmi akan dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang Roni mengatakan, progres pembangunan Sekolah Rakyat berdasarkan laporan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mencapai 96,18 persen.
“Kaitan keterangan progres pembangunan Sekolah Rakyat dari pihak PPK, saat kemarin mengikuti rapat bersama Bupati Pandeglang,” kata Roni, Jumat, 28 Agustus 2026.
Rapat tersebut digelar dalam rangka mempersiapkan penerimaan siswa baru serta pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat.
“Dari laporan PPK-nya pembangunan SR sudah 96,18 persen. Secara kasat mata bangunan asrama, ruang kelas, dan lapangan untuk tempat upacara sudah selesai semua, tinggal finishing,” ujarnya.
Menurut Roni, pekerjaan yang tersisa lebih banyak berkaitan dengan tahap penyelesaian akhir bangunan. Dengan kondisi tersebut, fasilitas utama Sekolah Rakyat dinilai sudah siap digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pandeglang Siwi Astuti mengatakan, proses registrasi penerimaan siswa baru mulai dilakukan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
“Berdasarkan data jumlah siswa sebanyak 474 orang. Dari tingkat SD, SMP dan SMA,” katanya.
Sebanyak 474 siswa tersebut akan mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pandeglang yang berlokasi di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari.
Setelah proses registrasi, para siswa dijadwalkan mengikuti MPLS mulai Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi tahap awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, fasilitas, serta aktivitas pendidikan di Sekolah Rakyat.
Editor: Mastur Huda

