PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengguyur bantuan sebesar ratusan juta kepada SMP Negeri 1 Pandeglang.
Bantuan senilai ratusan juta itu meliputi bantuan renovasi mushola Rp100 juta, bantuan 16 set pakaian Paskibra, sound system portable dan mau rehab ruang OSIS.
Lalu,memberikan bantuan dana organisasi, untuk OSIS Rp10 juta, Pramuka Rp10 juta, PMR Rp10 Juta, Kesenian Rp10 Juta, Basket Rp10 juta dan bantuan gaji ketua dan operasional OSIS Rp1 juta setiap bulan dari 1 Januari 2027 sampai 31 Desember 2030.
Bantuan senilai ratusan itu bukan dirinya sebagai Menteri Transmigrasi tetapi dari kantong pribadinya sebagai alumni SMP Negeri 1 Pandeglang.
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kunjungan ke SMP Negeri 1 Pandeglang bukan sebagai Mentrans, tapi sebagai alumni.
“Yang pertama saya dengar sekolah akan merehab Mushola, hari ini insyaallah saya akan berikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk mushola. Kedua bantuan 16 set pakaian Paskribra,” katanya usai menjadi pembina upacara bendera di SMP Negeri 1 Pandeglang, Senin, 31 Agustus 2026.
Bantuan ketiga yakni sound system portable. Mau rombak ruang OSIS karena dari dulu tidak berubah kayak gudang.
“Mau saya rubah, saya renovasi, kelima saya akan berikan bantuan dana organisasi. Untuk OSIS Rp10 juta, Pramuka Rp10 juta, PMR Rp10 juta, bakset Rp10 juta, bantuan kesenian Rp10 juta, dan operasional OSIS Rp1 juta setiap bulan,” katanya.
Mentrans menyampaikan permohonan maaf telah mengganggu waktunya. Ia datang bukan sebagai menteri tetapi sebagai alumni yang pernah menuntut ilmu di SMP Negeri 1 Pandeglang .
“Saya ketika masuk SM N 1 ini dari SDN Pandeglang 3, waktu SD aktif main kesenian nah SMP harus mulai lebih positif lagi yaitu , organisasi. Ikutlah kegiatan OSIS, Pramuka,” katanya.
Mentrans berpendapat, bahwasannya masuk organisasi sekolah ini bagus sekali. Memang kalau dulu ada pertentangan antara guru karena sibuk organisasi jadi guru ada mengeluh ini prestasi belajar menurun.
“Saya sendiri memang waktu itu aktif OSIS dan pramuka aktif dan mendapatkan pengalaman cukup membekali kehidupan saya selanjutnya. Pesan saya nomor 1 adalah berorganisasi, untuk membangun karakter,” katanya.
Pesan kedua, bangun rasa ingin tahu sejak SMP, dulu Ia juga membangun rasa ingin tahunya. Kemudian ketiga kembangkan rasa ikhlas dalam
belajar dan bekerja.
“Maksud ikhlas itu datang ke sekolah jangan mencari nilai tapi menuntut Ilmu. Kita jangan hanya senang mengejar uang dan jabatan kita ikhlaskan kepada maha kuasa,” katanya.
Editor: Abdul Rozak












