SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perkumpulan anak motor yang tergabung dalam komunitas Boru Raceway gelar acara meet and greet bersama Speedtuning (Komunitas Motor asal Jakarta-red) Jumat 28 Agustus 2026. Acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta berbagai jenis pecinta sepeda motor.
Kegiatan dimulai pada pukul 20.00 WIB, dan mengenalkan seni budaya debus Banten, dan pembagian berbagai doorprize. Di sesi akhir pada pukul 23:00 WIB di tutup dengan Riding malam (Night ride), dengan titik start Coffe Rider, berkeliling Kota Serang dan finish kembali ke Coffe Rider jam 01:00 dini hari.
Ketua Pelaksana kegiatan Muhammad Zidannul Fahri Aulayayin mengatakan, digelarnya Meet and Greet Boru Raceway x Speedtuning bukan hanya sekadar acara otomotif atau ajang berkumpulnya para pecinta motor, melainkan sebagai ruang untuk bersosialisasi serta memperkenalkan dan mengangkat seni serta budaya asli Banten, salah satunya melalui pertunjukan Debus Banten.
“Kami berharap ke depannya masyarakat Banten, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi juga ikut mencintai, menjaga, dan melestarikannya. Kami juga berharap pemerintah dapat terus memberikan perhatian dan ruang bagi para pelaku seni budaya lokal agar kesenian Banten tetap hidup dan tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman,” katanya kepada Radar Banten Senin 31 Agustus 2026.
“Karena menurut kami, otomotif dan budaya bisa berjalan berdampingan. Komunitas bukan hanya tentang modifikasi,mesin dan kecepatan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membawa nama daerah, memperkenalkan budaya, serta memberikan kegiatan yang positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Lanjutnya, dalam kegiatan tersebut, ia juga menekankan ketertiban dalam kegiatan Night Ride, agar tidak menggangu lalu lintas.
“Kita tekankan ketertiban, dan kita juga di kawal oleh personel kepolisian, untuk memastikan ketertiban saat night ride,” ujarnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab acara Fazri Zekial juga berharap, kegiatan tersebut menjadi langkah kecil yang bisa memberikan dampak besar bagi komunitas untuk dapat kembali membuat kegiatan yang lebih besar dengan menggabungkan semangat otomotif, kebersamaan komunitas, dan pelestarian budaya Banten.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, peserta, sponsor, media, serta seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi kontribusi kecil untuk Banten yang lebih dikenal, bukan hanya karena otomotifnya, tetapi juga karena kekayaan budaya dan seni yang dimilikinya.” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak












