SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang menyelidiki temuan tumpukan limbah di area persawahan Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Material tersebut diduga mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan dibuang di area persawahan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui jenis, kandungan, serta asal material tersebut.
“Terkait temuan limbah tersebut sedang kita selidiki,” ujar Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady saat dikonfirmasi RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 2 September 2026.
Andi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan jenis maupun asal limbah. Polisi masih mengumpulkan keterangan dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Masih diselidiki (asal limbah), nanti disampaikan (perkembangannya),” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, temuan tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengerahan 15 personel dari Unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Satuan Brimob Polda Banten.
Personel KBR diterjunkan untuk memeriksa kondisi lingkungan di sekitar lokasi, termasuk mendeteksi kemungkinan paparan radioaktif dan kandungan kimia.
“Hari ini (kemarin) dari KBR Satuan Brimob Polda Banten sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko selama pemeriksaan, personel yang diterjunkan dilengkapi alat pelindung diri (APD). Pemeriksaan dilakukan di tiga titik dengan luas masing-masing sekitar 90 meter persegi, 150 meter persegi, dan 160 meter persegi.
“Dari hasil deteksi awal, kondisi udara di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan tidak ditemukan paparan bahan radioaktif yang melebihi ambang batas,” ujarnya.
Meski demikian, petugas menemukan kandungan Potasium-40 (K-40) pada sejumlah sampel. Maruli menegaskan, temuan tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai pencemaran radioaktif.
“Beberapa sampel terdeteksi mengandung Potasium-40,” ungkapnya.
Menurut Maruli, pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui karakteristik serta kandungan material secara akurat.
Sebanyak 12 sampel telah diambil dari lokasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, hasil pemeriksaan kualitas udara di seluruh titik menunjukkan kondisi normal.
“Sebanyak 12 sampel telah diambil dari lokasi untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Sementara hasil pemeriksaan kualitas udara di seluruh titik menunjukkan kondisi normal,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan parameter gas, kondisi lingkungan sekitar juga dinyatakan normal dengan kadar oksigen sebesar 20,9 persen volume.
Terkait temuan tersebut, Maruli mengimbau masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan sampel selesai.
“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap tenang. Polda Banten akan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Hingga kini, Polres Serang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul serta jenis material yang ditemukan di area persawahan tersebut.
Reporter: Fahmi – Editor: Aas Arbi

