SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sebanyak 191 desa di Kabupaten Serang direncanakan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada semester II 2027. Dari jumlah tersebut, lima desa akan menjadi lokasi uji coba sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudy Suhartanto mengatakan, tahapan Pilkades 2027 akan dimulai pada Juli 2027. Tahapan awal meliputi sosialisasi dan pembentukan panitia pemilihan di tingkat kabupaten.
“Tahapannya nanti dimulai di bulan Juli tahun 2027 itu diawali dengan sosialisasi dan pembentukan panitia pemilihan di tingkat kabupaten,” katanya.
Untuk pelaksanaan Pilkades di 191 desa tersebut, Pemkab Serang memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp30,3 miliar. Anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai seluruh rangkaian pelaksanaan Pilkades.
“Dana tersebut merupakan kewajiban pemerintah daerah. Saat ini pos anggarannya sudah masuk dalam perencanaan,” tegasnya.
Lima Desa Jadi Pilot Project E-Voting
Rudy mengatakan, salah satu perbedaan Pilkades 2027 adalah rencana penggunaan sistem e-voting. Menurut dia, kebijakan tersebut mengacu pada Permendagri terbaru yang mengatur penggunaan sistem elektronik dalam Pilkades.
Namun, karena penerapannya belum siap dilakukan secara menyeluruh, Pemkab Serang berencana menjadikan lima desa sebagai lokasi uji coba.
“Harus pakai e-voting. Tapi masih piloting ya. Belum menyeluruh. Yang jadi pilot paling lima,” ujarnya.
Rudy belum menyebut lima desa yang akan menjadi lokasi uji coba. Penentuan desa masih akan dipertimbangkan oleh Pemkab Serang.
“Belum. Nanti kita pertimbangkan sedemikian rupa,” katanya.
Selain lokasi, Pemkab Serang juga belum memastikan apakah sistem e-voting akan diterapkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di desa yang menjadi pilot project atau hanya sebagian.
Menurut Rudy, efektivitas penerapan sistem tersebut juga belum dapat diukur karena Pemkab Serang belum pernah menggunakannya dalam Pilkades.
“Kalau efisien waktu, efisien anggaran mungkin ya. Tapi di poin-poin mana yang menjadi diefisienkan kita masih belum,” tuturnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani – Editor: Aas Arbi

