SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang diminta untuk menjalin komunikasi intens dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Serang terkait penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan di Kabupaten Serang.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Abdul Basit, mengatakan bencana kekeringan yang terjadi saat ini sudah sangat masif. Bahkan ada 336 hektare sawah yang mengalami puso.
“Tentunya itu semua harus diantisipasi akibat elnino yang menyebabkan gagal panen,” katanya, Sabtu 5 September 2026.
Ia mengatakan, Distan tentunya harus mencari cara agar para petani yang mengalami gagal panen bisa mendapatkan stimulan untuk meringankan beban mereka.
Karena di Distan Kabupaten Serang tidak dianggarkan, maka sesegera mungkin Distan harus mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi. “Harus segera diajukan agar para petani bisa mendapatkan bantuan stimulan untuk pengganti biaya produksi,” ujarnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi kekeringan semakin meluas, Distan diminta untuk memetakan lahan-lahan pertanian yang dekat dengan sumber air. Sehingga, nantinya bisa diberikan bantuan untuk pompanisasi sehingga lahan pertanian tak mengalami kekeringan.
“Kalau memungkinkan, turunkan bantuan seperti Alkon sehingga air dari sumber tersebut bisa disedot dan dialirkan ke sawah,” tegasnya.
Lalu yang terpenting untuk segera dilakukan ialah segera berkomunikasi dengan TAPD, untuk penggunaan anggaran BTT. Pasalnya saat ini pemerintah telah menetapkan penetapan status tanggap darurat sehingga memungkinkan penggunaan dana BTT.
“Karena saat ini kita punya dana BTT yang bisa digunakan untuk penanggulangan bencana. Besarannya sekitar Rp10 miliar,” tegasnya.

