SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengecek kesiapan personel dan peralatan Satuan Brimob Polda Banten untuk menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pengecekan dilakukan melalui apel gelar peralatan di Mako Satbrimob Polda Banten, Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, para pejabat utama Polda Banten, serta seluruh personel Satbrimob Polda Banten.
Dalam arahannya, Hengki menegaskan apel gelar peralatan bukan sekadar pemeriksaan rutin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kekuatan Brimob dalam kondisi siap ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Saya mengapresiasi kesiapan rekan-rekan pada apel gelar peralatan hari ini. Kegiatan ini harus dimaknai sebagai bagian dari upaya memastikan bahwa kapan pun kekuatan Brimob dibutuhkan, kita benar-benar dalam kondisi siap,” katanya.
Hengki menyebut situasi kamtibmas memasuki September masih dinamis. Sejumlah isu yang berkembang di masyarakat berpotensi memicu aksi penyampaian pendapat.
Meski demikian, ia meminta personel tidak mudah terpancing dan tetap mengedepankan pengendalian diri serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Tidak semua aksi akan berkembang menjadi gangguan keamanan, tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan kemungkinan terjadinya peningkatan eskalasi. Di sinilah kesiapan Brimob menjadi penting ketika situasi membutuhkan kekuatan dengan kemampuan khusus,” ujarnya.
Menurut Hengki, kesiapan Brimob bukan hanya berkaitan dengan jumlah personel, tetapi juga kondisi peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan tugas.
Ia meminta seluruh peralatan, mulai kendaraan, alat komunikasi, perlengkapan Pengendalian Massa (PHH), kendaraan taktis, pengeras suara hingga peralatan pendukung lainnya, diperiksa secara rutin.
“Kalau ada yang kurang, segera laporkan. Kalau ada yang rusak, segera kita tindak lanjuti untuk diperbaiki. Jangan menunggu sampai peralatan tersebut dibutuhkan di lapangan,” tegasnya.
Selain peralatan, kemampuan personel juga menjadi perhatian. Hengki meminta latihan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar setiap personel menguasai formasi, memahami komando, serta mampu menggunakan perlengkapan sesuai prosedur.
“Jangan mudah terpancing provokasi, jangan bertindak karena emosi. Setiap langkah harus berdasarkan perintah, situasi dan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Reporter: Fahmi – Editor: Aas Arbi

