• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Abu Vulkanik Anak Krakatau Hujani Banten, Ini Penjelasan BMKG

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Minggu, 6 September 2026 14:47
in Berita Utama
0
Gunung Anak Krakatau

abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memenuhi tribun pada salah satu coffee shop di rangkasbitung (Yusuf)

0
SHARES
132
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi mencapai sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa. Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan arah pergerakan abu berbeda pada setiap lapisan atmosfer karena dipengaruhi kondisi angin.

Berdasarkan analisis sebaran abu vulkanik dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, pada lapisan sekitar 6 kilometer atau 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan sekitar 10 knot.

Sementara pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi, sekitar 15 kilometer atau 50.000 kaki, abu bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 30 knot.

“Perbedaan arah pergerakan ini dipengaruhi oleh kondisi angin yang berbeda pada setiap lapisan atmosfer,” kata Hartanto berdasarkan keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Dengan kondisi angin tersebut, sejumlah wilayah berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik. Wilayah tersebut meliputi sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung dan Bengkulu.

Selain wilayah daratan, potensi sebaran abu juga mencakup perairan di sekitar Selat Sunda dan Samudra Hindia.

Namun, Hartanto menegaskan bahwa potensi keberadaan abu vulkanik di atmosfer tidak otomatis berarti seluruh wilayah tersebut akan mengalami hujan abu di permukaan.

“Keberadaan abu vulkanik di atmosfer tidak selalu berarti seluruh wilayah tersebut akan mengalami hujan abu di permukaan,” ujarnya.

Menurutnya, dampak yang dirasakan masyarakat sangat bergantung pada konsentrasi abu, kondisi cuaca, serta arah dan kecepatan angin di masing-masing wilayah.

Hartanto menjelaskan, arah dan kecepatan angin menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan abu vulkanik. Ketika angin bertiup cukup kencang, abu dapat terbawa lebih jauh dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

Sebaliknya, hujan dapat membantu mengendapkan abu ke permukaan sehingga konsentrasi abu di udara berangsur menurun. Perubahan arah angin juga dapat menyebabkan wilayah yang berpotensi terdampak berubah sewaktu-waktu.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa seluruh wilayah yang masuk dalam peta potensi sebaran akan mengalami hujan abu.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan informasi resmi terkait sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Editor Daru

Tags: Abu vulkanikBantenBengkulubmkgGunung Anak KrakatauhartantojakartaJawa BaratLampungSelat Sunda
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Gunung Anak Krakatau Erupsi, ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Beroperasi

Next Post

WNA Sri Lanka Bawa 101 Burung dalam Koper, Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta

Next Post
WNA asal Sri Lanka

WNA Sri Lanka Bawa 101 Burung dalam Koper, Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Innalillahi, Ulama Asal Kabupaten Tangerang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

Innalillahi, Ulama Asal Kabupaten Tangerang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

by Fahmi
Senin, 7 September 2026 16:16
0

Ucapan duka cita untuk KH Ahmad Fudholi. (Instagram @Kecamatan Curug)

Dinkes Tangsel Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik, Masker N95 Dianjurkan

Dinkes Tangsel Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik, Masker N95 Dianjurkan

by Syaiful Adha
Senin, 7 September 2026 16:06
0

Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.